Sosok Suhaeli di Mata Gede Wenten

Gede Wenten saat berata di kantor Post kota NTB

Bagi masyarakat Kota Mataram, khususnya tokoh lintas agama se NTB, nama Gede Wenten dikenal sebagai politisi senior. Dibalik namanya yang tenar, Gde Wenten memilki sudut pandang khusus terhadap sosok mantan Bupati Lombok Tengah, HM. Suhaeli FT, SH.

Dalam bincang santai di kantor redaksi PostKota.com di Cakra dengan Didin Maninggara, Wenten bicara blak-blakan seputar figur HM. Suhaili FT, SH, yang pada 17 Februari 2021 mengakhiri masa jabatannya sebagai Bupati Lombok Tengah dua periode dan dalam waktu bersamaan berakhir juga masa jabatannya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi NTB dua periode. 

Suhaili, menurut Wenten, adalah figur pemimpin yang humanis, kharismatik dan religius-nasionalis.

Dengan bekal ketiga faktor tersebut, lanjut Wenten, menjadikan Suhaili dicintai masyarakat Lombok Tengah. Sehingga mengantarnya memimpin Lombok Tengah selama dua periode. Hal yang sama dialami pula selama menahodai Partai Golkar NTB.

Dikatakan Wenten, kepemimpinan Suhaili, baik saat menjabat bupati maupun Partai Golkar menunjukkan prestasi yang gemilang. Salah satu bukti nyata, dua kali pemilu legislatif, Partai Golkar meraih kemenangan. Bonus dari kemenangan itu, Ketua DPRD NTB menjadi jata partai berlambang pohon beringin itu berturut-turut.

Pria bertubuh tambun yang akrab disapa Abah Uhel, alias TGB (Tuan Guru Bodak) dan juga suka melantunkan tembang kenangan si Raja Dangdut, dalam kacamata Wenten, merupakan sosok yang humoris tanpa sekat dengan siapapun. 

Wenten bercerita, mengenal sosok Suhaili dan keluarga besarnya dari orang tuanya, TGH Fadli Tohir, pendiri Yayasan Yatofa. Dari pengenalan tersebut, sudah terlihat kecerdasan dan sosok kepemimpinannya, sejak SMA selalu meraih prestasi yang membanggakan, baik intra maupun ekstra kurikuler.

Bertitik tolak dari hal itu, Wenten menambahkan, prestasi Suhaili dari awal hingga ujung kepemimpinannya, menggores sederet catatan yang bersejarah bagi masyarakat Lombok Tengah dan se NTB. 

Wenten yang didampingi sahabat sejatinya,  Aminuddin yang nama gaulnya Babe Amin, menjelaskan bahwa Abah Uhel dapat disebut aset Provinsi NTB, bahkan nasional. 

"Untuk itu, Abah Uhel layak maju kembali meramaikan kontestasi lima tahun," tandas Wenten yang diamini oleh Babe Amin.

Saat ini Abah Uhel sedang menikmati purnabhaktinya,  justru tambah Wenten semakin lebih leluasa dan bebas menjalin silaturrahmi di tengah masyarakat NTB yang pluralistis. 


(Bersambung ke Episode 2 Minggu depan).(Hyn)