Tujuh Kader Dipecat, Demokrat NTB Adakan Syukuran

Mataram (postkotantb.com)- Keluarga Besar DPD Partai Demokrat NTB mengadakan acara syukuran berupa pemberian santunan kepada fakir miskin dan anak yatim. Acara syukuran terpusat di Bale Biru Merca, Selat, Narmada, Lombok Barat, Rabu (3/3).

Tak hanya itu, Ketua DPD hingga DPC Se-NTB melakukan aksi cukur gundul kepalanya, sebagai wujud syukur sekaligus apresiasi sikap tegas DPP Partai Demokrat yang memecat tujuh kader senior yang diduga terlibat, dalam Gerakan Pengambil alihan Kepemimpinan (GPK), melalui Kongres Luar Biasa (KLB).

Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahali Fikri bersama DPC Se-NTB melakukan aksi cukur gundul kepala


Aksi cukur gundul Pimpinan Partai Demokrat se-NTB dilakukan di Batu Kumbung, Narmada. Aksi ini diawali langsung oleh Ketua DPD PD NTB, TGH Mahalli Fikri diikuti oleh pengurus/kader dan Ketua DPC Se-NTB.

"Apa yang dilakukan ini merupakan wujud syukur sekaligus janji pihak PD Se-NTB apabila harapan pemecatan terhadap pihak yang diduga terlibat dalam GPK melalui KLB dikabulkan oleh pihak DPP Partai. Ini wujud dari nazar kami. Kalau aspirasi pemecatan itu dikabulkan maka kami akan menyantuni 100 orang anak yatim dan fakir miskin serta melakukan aksi cukur gundul kepala,” ungkapnya.

Diakui dia, DPD PD NTB sekaligus 10 DPC PD di NTB menolak adanya gerakan KLB dan menyatakan kesetiaan, kepada kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketum DPP PD selaku Ketua Majelis Tinggi partai. Ditegaskan, Demokrat NTB tetap solid mendukung AHY dan SBY.

"Kami menolak adanya KLB. Kalaupun ada yang mbalelo, kami akan usulkan pemecatan,” tegas Mahali.

Menurut Mahali, alasan dimunculkannya KLB tidak rasional dan tidak memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam AD-ART Partai.KLB itu boleh ada kalau ada pelanggaran serius yang dilakukan oleh Ketua Umum Partai.

"Pertanyaannya, apa pelanggaran serius yang dilakukan oleh AHY? Kalau hanya alasannya karena Partai Demokrat ini makin mengecil dibawah kepemimpinan AHY, buktinya hasil survey dari lembaga di luar Partai Demokrat memperlihatkan rating Partai Demokrat makin membaik,” cetusnya.

Gerakan pembujukkan KLB itu lanjut dia, cukup gencar dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang menghendaki adanya KLB. Parahnya, hampir setiap malam Ketua DPD partai berlambang mercy dihubungi dan dibujuk untuk menyetujui KLB. Para Ketua DPC tidak luput dari bujukan agar menyetujui adanya KLB. Dia menduga bahwa KLB justru digerakkan oleh para kadet atau pengurus PD yang tidak memiliki hak suara.

"Namun kami Demokrat NTB, tegas menolak bujukan dan menyatakan diri tetap setia dan loyal pada kepemimpinan AHY. Seluruh DPD dan DPC se-Indonesia kompak menolak adanya KLB. Para pendiri yang diduga terlibat dalam gerakan KLB ini tidak memiliki hak suara,” tandasnya.(RIN)