Dana BOS Madrasah Cair

BANK: pemerintah pusat  telah menunjuk Bank BNI untuk pencairan Dana BOS Madrasah

Lombok Tengah (postkotantb.com)-  Dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos) untuk madrasah telah dicairkan. Pencairanya terhitung hari Senin lalu. Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah (Loteng), Muliadi MPdI mengaku, pencairan dana bantuan ini, dilaksanakan pada Bank yang ditunjuk pemerintah pusat.

"Pencarian dana bos madrasah, dicairkan, melalui bank BNI," ungkapnya, Rabu (7/4).

Sebelumnya, Kemenag Loteng melakukan verifikasi sejumlah laporan penggunaan yang diusulkan masing-masing Madrasah. Hasil verifikasi tersebut, sejumlah program yang dinilai kurang bermanfaat, dihilangkan dan memasukkan program yang layak untuk dikembangkan.

"Aturan pencairan dana Bos tahun ini, beda dengan pencairan sebelumnya, makanya madrasah diminta serahkan program dulu. Dan penmad melakukan revisi sesuai kebutuhan anggaran atau dana yang diterima," paparnya.

Dijelaskan, Setelah dinyatakan lengkap atau sesuai dokumen yang dibutuhkan bank, madrasah bersangkutan langsung melakukan pencairan. Persyaratan atau dokumen yang dibutuhkan bank saat pencairan diantaranya,  print out bukti upload persyaratan surat permohonan pencairan dana bos.

Kemudian Foto copy KTP kepala madrasah dan bendahara serta aslinya. Surat tugas kepala Madrasah atau ketua yayasan, surat tugas bendahara buang ditandatangi kepala madrasah. Selanjutnya sk kepala madrasah dan SK bendahara, fotokopi ijin operasional atau akta pendirian madrasah atau piagam pendirian Madrasah, asli.

Jika tak dapat menunjukkan aslinya  maka madrasah, wajib menyertakan surat keterangan madrasah beroperasi dari Kankemenag, minimal Ditandatangani kasi penmad dan surat peryataan tanggung jawab mutlak sesuai dengan kebutuhan.

"Tujuh persyaratan atau dokumen yang dibutuhkan bank, sudah kita berikan ke masing masing Madrasah," terangnya.

Lanjut dia, kendati aturan pencairan BOS berubah  namun besaran dana bos yang diterima masih disesuaikan dengan jumlah siswa setiap madrasah. "yang paling utama adalah jumlah pendidik. Sebab yang menentukan besar kecilnya dana yang diberikan, tergantung jumlah siswa," imbuhnya.

Di sisi lain, banyaknya Madrasah di Loteng, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga Madrasah (MA) berpengaruh terhadap jumlah anggaran yang dibutuhkan.Sehingga anggaran untuk dana bos Madrasah tembus Rp 6 hingga 7 miliar.  

"Jika sudah diterima, mohon digunakan sesuai kebutuhan dan yang utama jangan lupa gaji guru honorer," imbaunya.

Sementara itu, Pemasaran BNI KCP Praya, Faedurrahman, berkomitmen akan memberikan pelayanan terbaik demi kepuasan nasabah. Khususnya di sektor pendidikan. "Sesuai visi Bank BNI. Menjadi bank yang unggul dalam layanan dan kinerja secara berkelanjutan. Apalagi masalah dana bos yang implementasinya pendidikan dan mendatangkan pahala," tutupnya.(AP)