Direktur LU Ingatkan Pemda dan MGPA Ikuti Mekanisme

Direktur Lombok Update (LU), Samsul Qomar

Lombok Tengah (postkotantb.com)- Penyelenggaraan pelatihan calon marshal menuai kritikan dari Direktur Lombok Update (LU), Samsul Qomar. Pria ini merasa kecewa. Pasalnya, pelatihan tersebut terlaksana tanpa adanya sosialisasi.

"Memberikan pelatihan kepada calon Marshal MotoGP, itu baik dan kami dukung. Tapi ingat ada mekanisme yang harus dilalui, biar tak ada yang terluka. Termasuk melakukan sosialisasi," cetusnya, Rabu (7/4).

Dikatakan, kejuaraan MotoGP diselenggarakan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Pujut, Lombok Tengah (Loteng). Sehingga masyarakat, khususnya yang berada di lingkar KEK mandalika, harus mengetahui adanya pelatihan itu.

Selain itu, pemda dan MGPA seharusnya melibatkan OPD terkait, diantaranya dinas pemuda dan olahraga, dinas tenaga kerja bukan Dinas perhubungan. Jika benar pelatihan di lakukan di GOR, sesuai dengan spanduk yang ada, maka dapat disinyalir, Pemda dan MGPA telah melakukan perekrutan calon marshal untuk kepentingan tertentu.

"Aneh tak ada sosialisasi apalagi pendaftaran kok tiba-tiba sudah ada yang dilatih oleh pihak MGPA dan Pemda. Pemda dan MGPA telah melakukan perekrutan calon marshal dengan tertutup dan sembunyi sembunyi. Katanya sosialisasi tapi jelas tertulis pelatihan. jangan bohongi masyarakat soal-soal begini,“ tegasnya.

"Kenapa tidak mengundang para kades se Loteng. Prioritaskan yang lingkar KEK Mandalika serta kawasan penyangga. Kalau tidak salah di butuhkan 450 orang pekerja marshal ini jadi bisa di klasifikasikan sesuai kearifan lokal yang ada," sambungnya.

Diakui dia, sejak awal, masalah tenaga kerja selalu menjadi wanti wanti bersama agar dilakukan secara terbuka dan proporsional. Sehingga tidak timbul kecemburuan sosial, karena dilakukan secara tertutup.

"Ke depan, masalah ini malah akan menjadi bom waktu di sektor pariwisata.
ke depan, MGPA harus segera melakukan sosialisasi melaui media media yang ada selain mengumpulkan kades dan kadus yang ada. Jangan pas ribut baru ngeles cari alasan. Kalau sekedar sosialisasi kenapa bawa hampir 500 orang," tandasnya.(AP)