Gubernur NTB minta Setda Jembatani Widyaiswara dan Kepala BPSDM

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah

Mataram (postkotantb.com)- Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, Aksi mogok kerja yang dilakukan para mantan pejabat teras lingkup Pemerintah Provinsi NTB, akibat konflik yang terjadi di internal Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) NTB, tidak seharusnya terjadi.

Terlebih, Kepala BPSDM, Wedha Magma Ardhi dan Widyaiswara merupakan rekan kerja lama.

"Bedanya, kalau sekarang Pak Ardhi masih menjabat dan yang para Widyaiswara adalah pejabat senior. Disini, saya lihat masalahnya hanya soal komunikasi saja," katanya dikonfirmasi, Jumat (16/4).

Menurutnya, sikap tegas dan disiplin yang dilakukan oleh Kepala BPSDM, merupakan bawaan sejak lahir. Apalagi, Wedha Magma Ardhi berlatar belakang anak seorang tentara. Seharusnya hal tersebut dapat dipahami oleh semua pihak.

"Jika pak Ardhi bersikap kayak gitu, karena beliau khawatir manakala setelah pensiun nanti akan ada temuan. Makanya, aturan yang dibuat selama ini lebih pada upaya penyelamatan lembaga saja," jelasnya.

Kendati demikian, Gubernur menugaskan Setda NTB HL Gita Ariadi untuk menjembatani pertemuan antara para Widyaiswara dan Kepala BPSDM NTB agar persoalan tersebut tidak meluas.

"Karena ini masalah yang muncul enggak substansi amat dan bukan masalah serius. Maka, cara penyelesaian adalah dengan ketemu para pihak. Saya yakin pak Sekda mampu menjadi mediator yang baik," ujarnya.

Terpisah, Sekda NTB, HL. Gita Ariadi menyesali konflik tersebut. Lantaran antara Kepala BPSDM dengan para Widyaiswara itu merupakan rekan kerja. Diakui dia, upaya mendamaikan kedua belah pihak telah dilakukan.

Rupanya masih ada yang belum tersambung, sehingga konflik ini tetap muncul.

"Kita berharap di bulan ramadhan semuanya cooling down untuk mencari jalan penyelesaian terbaik sehingga semuanya normal kembali," harapnya.

Salah seorang anggota Widyaiswara, H Agus Patria yang merupakan mantan pejabat tinggi Pemprov NTB, membenarkan jika ini adalah masalah serius yang terjadi. Karena para Widyaiswara sedang mogok kerja, hingga Wedha Ardhi diganti.

“Ya benar," imbuhnya.

Bahkan surat resmi telah dilayangkan kepada Gubernur NTB Zulkieflimansyah. Puluhan Widyaiswara menandatangani sebuah surat pernyataan yang mendesak gubernur untuk segera memproses Ardhi karena dinilai telah melakukan banyak pelanggaran.(RIN)