Insentif Tak Jelas, Ratusan Guru PAUDNI Gedor Dikbud

PAUDNI: Ratusan guru PAUDNI mempertanyakan ketegasan dinas atas data penerima insentif guru

Lombok Timur (postkotantb.com)- Ratusan guru Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (PAUDNI) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud). Kedatangan ratusan guru Jumat (16/4) guna dengar pendapat, soal  kejelasan data penerima insentif bagi 600 guru. Konon, proses pendataannya dilakukan oleh seorang oknum lingkup dinas tersebut.

"Tujuan kami di sini untuk meminta kejelasan terkait nasib kami sebagai guru. Kami minta ada penegasan," tegas Ketua Himpunan Guru PAUDNI Lotim, Usman.

 Menurutnya, selama ini peran guru PAUDNI tidak terlalu diperhitungkan. Hal demikian yang menyebabkan, tidak ada keseriusan dari pemerintah untuk memberikan inisiatif seperti guru pada jenjang SD sampai SMA. 

Selain itu, Pria ini menagih janji politik terkait pencairan dana insentif yang diperuntukkan bagi 600 guru melalui dinas terkait. Pasalnya, sampai dengan saat ini belum ada kejelasan janji manis tersebut. 

"Kami menuntut janji politik yang sudah dijanjikan terhadap kami," cetusnya. 

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Dikbud Lotim, Ahmad Dewanto Hadi menjelaskan, upaya memberikan insentif guru PAUD disesuaikan kemampuan daerah.

Terlebih kondisi saat ini masih pandemi, banyak anggaran yang dipangkas dan diarahkan untuk penanganan Covid-19.  Soal 600 guru yang dijanjikan insentif tersebut, pihaknya berkomitmen segera melakukan penelusuran dan mengomunikasikannya dengan pimpinan daerah.

Sesuai data Dikbud Lotim, Guru PAUDNI di Lotim saat ini berjumlah 4.762 guru. Dengan rincian, aparat sipil negara sebanyak 100, yang sudah sertifikasi kurang dari 100 orang. 

“Banyak anggaran belanja yang dipangkas untuk Covid-19 sehingga teman-teman taulah kondisinya," tandasnya.(RIN)