Kadivpas Minta Warga Binaan Lapas dilatih Bermain Musik

SIDAK: Kepala Divisi Kemasyarakatan Kanwil Kemenkumham NTB melaksanakan sidak ke seluruh lapas/rutan yang ada di NTB

Mataram (postkotantb.com) - Kepala Divisi Kemasyarakatan NTB, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) NTB, Maliki berencana akan menerbitkan rekomendasi khusus nan unik kepada seluruh lembaga pemasyarakatan (Lapas) di NTB. Yaitu, program pembinaan di bidang musik bagi warga binaan lapas.

"Saya akan merekomendasikan pembinaan di bidang musik kepada seluruh lapas di NTB," ungkapnya, belum lama ini.

Menurut dia usia warga binaan setelah keluar dari Lapas rata-rata dewasa dan Lanjut Usia. Bagi warga binaan tersebut, tidak mungkin kembali untuk mengenyam pendidikan. Selain itu, di luar Lapas, warga binaan ini sangat sulit dalam mendapatkan kepercayaan masyarakat. Terutama, mendapatkan kepercayaan dan peluang kerja di sejumlah perusahaan.

"Alasan saya merekomendasikan pelatihan di bidang musik karena musik warga binaan tidak akan pernah kelaparan. Karena seorang ahli musik di manapun dia bergerak tetap menghasilkan Karya," bebernya.

"Jadi di mana pun mereka berada mereka akan tetap laku. Jadi selama saya di NTB menginginkan agar seluruh Lapas Lapas di NTB. Apalagi sekarang ini di beberapa tempat kerja dan sejumlah kafe membutuhkan iringan-iringan musik, warga binaan Lapas tersebut dengan mudahnya diterima oleh perusahaan-perusahaan yang dimaksud," sambungnya.

Diakui Maliki, rekomendasi tersebut sudah dilaksanakan, sewaktu dirinya berada di Brebes, Jawa Tengah. Kala itu, Ada dua Generasi yang sempat dibentuk oleh Maliki. Ide unik tersebut sukses. pada Generasi pertama sempat diikutsertakan dalam festival musik. Pesaingnya tidak dari sesama binaan lapas.

"Pesaingnya band-band lokal dari tiga kota," imbuhnya.

Akhirnya, group band generasi pertama sukses meraih juara satu. Demikian juga pada generasi kedua yang sampai saat ini, sangat dipercaya oleh pemerintah daerah serta badan pusat Statistik daerah setempat untuk mensosialisasikan program sensus penduduk.

Dia menilai, banyak dari warga binaan, sebelum masuk ke dalam Lapas tidak memiliki waktu untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Namun setelah berada di dalam lapas mereka malah lebih peka dalam mengikuti bimbingan Lapas untuk bermain musik.

"Demikian juga dengan kegiatan bimbingan keagamaan. Itulah yang saya katakan fungsi dari pada bimbingan lapas yakni merubah orang dari dari yang tidak baik menjadi baik, dari tidak tahu menjadi tahu dari tidak bisa menjadi bisa," tutupnya.(RIN/SFM)