Kerumunan Emak Emak Di Bank BNI Melanggar Prokes

para penerima  bantuan UMKM di Bank BNI Praya menumpuk dan berdesak-desakan. Dikhawatirkan kondisi kerumunan itu, memunculkan klaster baru Covid 19

Lombok Tengah (postkotantb.com)- Direktur Lombok Update, M. Samsul Qomar, melayangkan kritikan atas aktivitas penerimaan bantuan untuk para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang disalurkan melalui bank BNI Cabang Praya, Lombok Tengah (Loteng).

Pasalnya, aktivitas tersebut telah menciptakan kerumunan. Dikhawatirkan, kegiatan yang sebelumnya membantu masyarakat ini, maka menjadi dasar munculnya kaster baru Virus Korona.

Jika terus dibiarkan maka rentan terjadi penularan dan berhujung, melonjaknya penderita korona di Loteng yang saat ini, masih zona orange.

"Kita bersyukur ada bantuan, tapi ingat saat ini kita sedang menghadapi musibah Covid-19. Pemerintah sedang mengupayakan berbagai macam cara agar musibah ini berlaku. Malah, pihak Bank BNI cabang Praya, sengaja mengundang kerumunan dan bisa saja ada klaster baru, akibat kerumunan ini," kritiknya, Selasa (13/4).

Maka demikian, dia meminta pihak terkait agar tetap menerapkan protokol yang ketat di area BNI cabang Praya agar tidak terjadi penumpukan masa yang banyak.
Mirisnya, ada nasabah atau penerima bantuan rela menginap, hanya untuk mengambil nomer antrian.

"Ini membuktikan masyarakat Loteng kondisinya sudah serba terbatas secara ekonomi dan sosial," imbuhnya.

Soal calon penerima bantuan yang nomor rekeningnya terblokir, lanjut dia, harus segera dicarikan jalan keluar. Karena, hal demikian dapat menjadi salah penyebab terjadinya kerumunan yang luar biasa.

terkait transfer ke bank penerima selain BNI yang ternyata di Blokir, harus segera di carikan jalan keluarnya, sebab ini juga yang menyebabkan keramaian luar biasa, padahal mereka para menerima bantuan sudah jelas.

"Mereka para penerima ini sudah jelas, setiap tahunnya dapat dan sudah diberikan kartu ATM. Lantas kenapa diblokir? Dan ini juga yang menyebabkan kerumunan luar biasa di BNI ini," singgungnya.

Terpisah, direktur BNI cabang Praya, Loteng, IGPN Suryawan beralasan, terjadinya kerumunan ini bukan merupakan kesalahan Bank BNI. Pihaknya telah membuatkan daftar kunjungan pengambilan bantuan UMKM, dari kementerian koperasi untuk menghindari kerumunan.

Diakui, jumlah penerima bantuan UMKM sehari yang boleh datang telah dibatasi sebanyak 50 orang. Pelayanan serupa juga dilaksanakan bank tersebut, pada penerimaan dana BOS, PIP dan nasabah umum lainnya.

"Kami tidak mau disalahkan. Sebab kami tidak pernah mengundang semua secara maraton seperti ini. Kami sudah buatkan jadwal khusus. Malah semua datang dan ini juga yang bikin kami heran," bebernya.

Di sisi lain, para penerima bantuan juga memperoleh informasi yang tidak benar. Sesuai hasil pengecekan satpam bank tersebut, para penerima bantuan meperokeh informasi bahwa batas akhir penerimaan bantuan tanggal 15 April 2021.

Padahal, Bank BNI Cabang Praya tidak pernah menentukan batas waktu penerimaan dana bantuan. Karena uangnya telah masuk ke rekening masing-masing penerima.

"Ada isu hoax yang mereka terima, kalau tanggal 15 April batas pengambilan bantuan, dan inilah yang mengakibatkan mereka semua datang," jelasnya.

"Karena sudah terlanjur ramai, Mumpung mereka ada di tempat, kami minta serahkan KTP dan diberikan nomor antrian serta diumumkan langsung kapan waktu pengambilannya. Yang jelas 50 orang perhari," tandasnya.(AP)