Wartawan SuaraNusa Laporkan Pelaku Ancaman Pembunuhan ke Polisi

 

Kuasa Hukum PT Media Suara Nusa, Yudi Suyatna, SH.
Lombok Tengah (postkotantb.com)- Wartawan SuaraNusa, Ahmad Sukarniawan bersama kuasa hukumnya, resmi melaporkan oknum berinisial A dan S yang telah melayangkan ancaman pembunuhan ke Polres Lombok Tengah (Loteng), Sabtu (10/4).

Diakui Ahmad, ancaman pembunuhan itu disebabkan lantaran dirinya telah membongkar kedok oknum yang menjual material RTG warga Tunjang Desa Pagutan Kecamatan Batukliang Lombok Tengah (Loteng). Padahal, menurutnya pemberitaan yang dilansir tersebut sesuai  aturan dan undang undang pers  Nomor 40 tahun 1999.

"Kami bekerja sesuai aturan dan sudah dilindungi undang undang. Namun malah kami di ancam ingin dibunuh dan ini telah membuat kami tak tenang, sehingga kami laporkan," ungkapnya.

Dia menegaskan, Langkah tersebut ditempuh agar ke depan, tidak ada lagi oknum yang berusaha mengintervensi kerja jurnalistik. Terlebih mengancam jiwa dan ketenangan insan pers dengan cara mengancam untuk dibunuh. "Saya tidak main-main dengan kasus ini, karena telah mengancam jiwa saya dengan ancaman akan dibunuh," tegasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum PT Media Suara Nusa, Yudi Suyatna, SH, akan mengawal laporan kliennya agar mendapatkan hak perlindungan hukum. Dia menyebut, laporan pengancaman itu telah dilaporkan per Sabtu 10 April 2021 ke Polres Loteng dan berharap, supaya aparat penegak hukum segera menindaklanjutinya sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Di sisi lain, Yudi menghargai upaya oknum pelaku yang telah meminta maaf. Tapi bukan berarti tidak diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Terlebih wartawan telah di lindungi peraturan dan perundang-undangan.

"Terduga pelaku pengancaman inisial A dan S pernah mendatangi kliennya (korban), untuk meminta maaf atas ancaman melalui telepon seluler itu. Bagi saya, bukan persoalan telah meminta maaf. Namun upaya pengancaman membunuh ini, telah membuat klien kami tidak tenang," tandasnya.(AP)