Ahmat; Peran Orang Tua Untuk Mencegah Pernikahan Dini Sangat Penting


Ahmat.A  kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Dan Keluarga ( DP3AKB ) Lotim

Lombok Timur (postkotantb.com)- Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur (Lotim) H. Ahmat A menekankan kepada seluruh pemerintah desa di Lotim untuk mensosialisasikan Peraturan Desa (Perdes) tentang pernikahan dini yang disusun dan dibuat sendiri oleh desa.

Kata Ahmat, meski Perdes tersebut disusun oleh pemerintah desa, namun faktanya masih banyak desa yang belum mensosialisasikan Perdes itu ke masyarakat. Dalam Perdes tersebut juga telah diatur sesuai Undang-undang Nomor 13 Tahun 2013 dan menurut BKKBN, batas usia perempuan dan laki-laki untuk menikah. 

"Batas usia menurut Undang-undang Nomor 13 Tahun 2019 sekarang harus 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki," kata Ahmat di ruangannya, Jumat (30/4).

Perdes nikah dini sendiri sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah Lombok Timur harus segera disusun dan dirampungkan pada akhir Maret lalu. Selain Perdes, Ahmat juga berharap peran orang tua dalam hal pencegahan pernikahan anak di bawah umur juga sangat penting karena menurut penelitian, kata Ahmat, pernikahan dini menjadi salah satu penyebab terjadinya stunting. 

"Kalau hanya mengharapkan DP3AKB dan mitra yang lain saya yakin tidak mempan. Di sini peran orang tua sangat penting," ujarnya. 

Lebih lanjut Ahmat menjelaskan, berdasarkan data DP3AKB dan Balai Mediasi Lotim, sampai dengan akhir April 2021, pihaknya telah mendapatkan laporan dan memediasi 35 kasus pernikahan anak di bawah umur. Dari 35 kasus tersebut, hanya lima kasus yang tidak bisa diselesaikan karena si anak sudah bebadan dua. 

"Dari 35 kasus itu, hanya lima kasus saja yang tidak bisa selesai kami mediasi karena faktor "kecelakaan", tapi walaupun begitu kami tetap melakukan pendampingan tiga bulan pra kehamilan," tutupnya. ( iwan )