Cara Kakanwil Kemenag NTB, Awali Bulan Syawal 1442 H (2)

Akrab:  Kanwil Kemenag NTB bersama jajarannya saat  foto bersama dengan seniornya, yang juga sebagai anggota DPD RI dapil NTB Drs HL. Suhaimi Ismy

Merangkul dan Belajar, Tipikal Pimimpin Masa Depan

Pemimpin yang sukses dan berjiwa besar, adalah tipikal pemimpin masa depan harapan bersama. Selalu merasa kurang dan ingin terus belajar, sama halnya dengan Kepala Kanwil Kemenag NTB, Kendati memegang tampuk pimpinan tertinggi ditubuh kemenag, namun selalu rendah diri dan terus belajar, terutama kepada para seniornya.

SAPARUDDIN

LOMBOK TENGAH

DEPAN Seorang pemimpin masa depan adalah orang yang tahu jalan, pergi ke jalan, dan menunjukkan jalan menuju kebaikan. Selain itu pemimpin yang selalu mawas diri dan ingin terus belajar, dan selalu merendah kan diri, kendati berada di puncak kejayaan, itu adalah bagian dari pemimpin masa depan.

Termasuk yang sedang digalakkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) NTB. Di bulan Syawal ini, menargetkan seluruh senior yang pernah menjabat sebagai kepala kanwil, di kunjungi sembari belajar, bagaimana caranya membawa Kemenag lebih baik, termasuk yang sudah dilakukan di Lombok Tengah, yakni di kediaman mantan kepala kanwil NTB terlama, yakni Drs HL. Suhaimi Ismy kemarin.

Usai menerima rombongan kepala kanwil Kemenag NTB, Anggota DPD RI sekaligus mantan kanwil Kemenag NTB terlama Drs HL. Suhaimi Ismy mengaku bangga dengan program kepala kanwil NTB, Dr KH. Zaidi Abdad, yang mengajak jajarannya, untuk menyambangi para mantan kepala kanwil, termasuk dirinya.

"Setelah saya dikabari, kalau beliau (Kepala kanwil Kemenag NTB), ingin datang Bersilaturrahmi dan belajar, saya sangat bersyukur," katanya, Selasa lalu.

Karakter pemimpin yang tidak melupakan pendahulunya, baginya itu adalah tipikal pemimpin yang baik dan berjiwa besar. "Saya suka karakter pemimpin yang ingin terus belajar, seperti kanwil lemah sekarang," ungkapnya.

Dikatakan, dalam pertemuan tersebut pak kanwil beserta jajarannya, tidak segan segan menanyakan bagaimana caranya membawa kanwil Kemenag lebih baik.

Lebihnya lagi, kanwil Kemenag menaungi kebinekaragaman umat beragama dan suku, sehingga dalam rangka menjaga kerukunan kebinekaragaman tersebut, diperlukan trik tersendiri. Sehingga mampu berbuat adil, terutama masalah kepercayaan.

"Kanwil Kemenag menaungi banyak komunitas, dan saya salud jika komunitas tersebut mampu mendorong pak kanwil tidak malu malu bertanya. Dan saya selaku pejabat yang pernah sebagai kepala kanwil, membeberkan semua pengalaman saya dan semoga bisa diterapkan oleh pak kanwil sekarang," harapnya.

Dalam pertemuan tersebut lanjut Kanmenang Loteng ini, pihaknya juga tidak jemu jemu nya mengingatkan agar tetap menjunjung tinggi misi menjaga keharmonisan intern umat beragama. Sebab itu bagian dari tugas pokok kanwil, tetap membina umat semakin mantap iman takwa.

Dikatakan, kenapa pihaknya menitikberatkan menjunjung tinggi keharmonisan, sebab selama ini lahirnya komplik ditengah keberagaman umat, itu disebabkan kurangnya perhatian dari pemimpin.

Oleh karenanya, pemimpin harus mampu hadir ditengah tengah keberagamaan umat, sebagai pelopor utama. "Saya sangat yakin, tidak ada agama yang tidak mengajarkan kebaikan, hanya saja kita sebagai pemimpin yang tidak hadir ditengah keberagaman, inilah yang sering membuat komplik, makanya saya sarankan kepada kanwil untuk bisa memposisikan diri di tengah keberagaman tersebut," pintanya.

Ditambahkan, Pemimpin harus teguh pendirian dan selalu minta pertolongan kepada Allah SWT.

Dalam agama Islam, telah jelas disebutkan calon pemimpin yang baik adalah, Pemimpin harus tegas dalam bersikap.

Pemimpin harus punya rasa empati dan tanggung jawab yang tinggi terhadap tugasnya.

Selanjutnya, Pemimpin harus menjadi contoh dan Pemimpin harus mampu menjadi solusi dalam segala yang berkaitan dengan tugasnya serta harus mampu bersikap adil terhadap siapapun. (Bersambung)