Cegah Kekerasan Terhadap Anak, Pendidikan Agama dan Mental Jadi Benteng Utama

Ketua DPRD Lombok Timur Murnan.S.Pd

Lombok Timur (postkotantb.com)- Ketua DPRD Lombok Timur Murnan S. Pd., angkat bicara terkait maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak di Lombok Timur. Menurutnya, perlu ada peran pemerintah di bidang sosial yang khusus menangani masalah tersebut. Karena kekerasan banyak dipicu oleh masalah ekonomi, tempramen, dan masalah individu dari pelaku kekerasan.

''Perlu adanya peran pemerintah di bidang sosial ini. Entah itu pembinaan keagamaan dan pembinaan mental sejak dini,'' kata Murnan pada wartawan di Kantor DPRD Lombok Timur, Selasa (25/5).

Lanjutnya, pemerintah daerah diharapkan bisa menyediakan semacam konsultan yang mengawasi, membina, dan mampu memberikan perlindungan kepada anak dan keluarga. Hal itu diharapkan bisa menjadi salah satu penguat hubungan keluarga sehingga hal-hal semacam di atas dapat dihindari.

''Pemerintah daerah harus menyiapkan semacam konsultan anak dan keluarga karena kekerasan itu banyak lahir dari problem keluarga,'' terangnya.

Lebih lanjut ia berharap ada upaya sosialisasi dan pencegahan untuk mendeteksi dini persoalan anak sehingga akan ada tidak lanjut jika si anak mempunyai permasalahan.

''Harus juga mengetahui secara dini persoalan-persoalan anak. Kalau tidak seperti itu, pasti akan terulang lagi,'' kata Anggota Dewan dari Fraksi PKS tersebut.

Terpisah, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Lombok Timur Judan Prayuna menyatakan keprihatinannya terhadap kasus kekerasan yang akhir-akhir ini banyak menghantui masyarakat Lombok Timur. Belajar dari kasus yang menimpa salah seorang anak di Desa Korleko Kecamatan Labuhan Haji beberapa waktu lalu, kekerasan tersebut disebabkan kurangnya pengawasan keluarga dan lingkungan sekitar.

''Dalam situasi rawan seperti saat ini, orang tua dan lingkungan harus tetap waspada dan selalu mengawasi kegiatan anak-anaknya,'' kata Ketua KPAI Lombok Timur asal Pringgabaya ini.

KPAI berharap semua pihak tetap bersinergi melakukan pendampingan, pengayoman, dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat melalui tokoh agama maupun tokoh masyarakat.

''Misalkan pada khutbah jumat oleh tokoh agama bisa menyampaikan bahaya kekerasan seksual terhadap anak,'' harapnya. (Iwan)