Gabungan LSM Loteng Gedor Kantor BPBD


Suasana  saat audiensi gabungan LSM Loteng di Kantor BPBD

Lombok Tengah (Postkotantb.com)- Gabungan LSM Lombok Tengah (Loteng), Jum'at (30/04) mendatangi kantor BPBD Loteng. Kedatangan gabungan aktivis kawakan yang tergabung dalam aliansi LSM Loteng tersebut, guna menanyakan kasus RTG yang diduga tidak sesuai spek,kualitas dan volume bangunan.

Namun sangat disayangkan, ketika gabungan LSM Loteng mempertanyakan hal tersebut, bukan etika atau keramahan yang  ditunjukkan pihak BPBD, namun sikap arogansi dan premanisme  yang dikedepankan terutama PLT BPBD Loteng H. Ridwan Ma'ruf yang terhormat.

Atas insisen tersebut, ketua LSM Lidik NTB Sahabuddin yang ikut  melakukan aksi audiensi,  mengaku kecewa dengan pejabat BPBD terutama PLT kepala BPBD Loteng, yang semestinya sebagai pelayan masyarakat, sejatinya menunjukkan sikap sopan santun dan ksarifan lokal,  bukan sebaliknya malah mengancam, menunjukkan sikap arogansi dan premanisme.

"Kami bersama gabungan LSM Loteng, sangat kecewa terhadap pejabat BPDB terutama PLT kepala BPBD  yang telah mengancam dan menunjukkan sikap arogansi dan premanisme yang sangat tidak  layak ditunjukkan oleh pejabat pablik," geramnya.

Selain itu, yang sangat mengejutkan, saat audiensi berlangsung ternyata banyak fasilitator mengaku dirinya LSM, dan itu sangat mencoreng nama baik LSM di Loteng.

"Pantasan saat kami investigasi, banyak masyarakat mengaku kecewa, ternyata fasilitator RTG adalah LSM dan kami dari LSM Lidik NTB mengecam kelakuan mereka, sebab itu tidak mencerminkan sebagai LSM, yang seharusnya kritis dan konstruktif dalam menyikapi suatu persoalan yang menimpa masyarakat" tegasnya.

Ia menambahkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), yang semestinya membuat RAB adalah pokmas tapi ini tidak, ternyata yang membuat RAB adalah fasilitator. "Aneh sekali kok malah yang membuat RAB fasilitator dan tidak jelas siapa pemain dan siapa yang jadi wasit dan oatut diduga ada yang tidak beres dalam pengerjaan RTG itu," ungkapnya.

Dikatakan, saat Lembaganya melakukan investigasi, para penerima manfaat RTG tidak ada yang mau menggunakan rangka kayu melainkan menggunakan rangka baja sesuai dengan Spek dalam kontrak.

Namun yang terjadi malah fasilitator yang mengharuskan agar menggunakan kayu, jika tidak menggunakan kayu akan dicoret sebagai penerima manfaat RTG ke pusat dan masyarakat mau tidak mau menerima hal tersebut, karena dibawah ancaman fasilitator. Terangnya

"Kami dari LSM Lidik NTB dan gabungan LSM Loteng siap mendampingi masyarakat penerima manfaat, untuk mengembalikan hak  mereka," tandas ketua LSM yang biasa disapa cintung dasten itu dengan tegas.

Sekjen Lidik NTB Agonk mengecam keras atas sikap tidak senonoh jajaran BPBD dan fasilitator yang bersikap  seperti preman jalanan, padahal oknun oknum tersebut sangat berpendidikan, namun yang dipertontonkan layaknya sebagai preman kampung. "Saya mau tertawa saja melihat kelakuan pejabat BPBD dan fasilitator seperti orang yang tidak berpendidikan," ungkapnya kesal.

Sementara itu PLT BPBD Loteng H. Ridwan  Ma'aruf melalui WhatsApp ketika ditanya Persoalan tersebut, hanya menjawab "tidak ada dik". (AP)