Lebaran Topat, Kalapas Tambah Tenaga Penerima Barang Titipan

TITIP BARANG: LPP Mataram akan menambah petugas di ruang Layanan Kunjungan dan Informasi untuk menerima barang titipan dari keluarga WBP.

Mataram (postkotantb.com)- Jelang perayaan Lebaran Topat 2021 di Pulau Lombok, NTB, Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Mataram (LPP Mataram), memprediksi akan ada lonjakan jumlah penitipan barang dari pihak keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Barang-barang yang akan dititip, didominasi aneka kuliner khas lebaran. Mengantisipasi hal demikian, pihak lapas akan menambah jumlah petugas di ruang unit Layanan Kunjungan dan Informasi LPP Mataram untuk menerima penitipan barang keluarga warga binaan. Tenaga tambahan itu akan ditugaskan selama sehari.

"Kami akan menambah anggota yang akan menerima barang titipan warga binaan. Kemarin, Jumlah petugas hanya dua orang. Sehingga kami menambah dua orang lagi," ujar Kepala LPP Mataram, Dewi Andriani, SH., MH., diruangannya, Senin (17/5).

Kendati demikian, satu-satunya Lapas Perempuan di NTB ini selektif menerima titipan tersebut. Ada jenis dan syarat makanan serta minuman yang tidak diperbolehkan dikonsumsi warga binaan.

Antara lain, makanan yang mengandung gas. Seperti tape ketan dan singkong, telur mentah, sate bertusuk, gorengan, kacang kulit serta kacang rebus. Kue tart, puding (terkecuali yang di pesan di kantin LPP Mataram, red). Buah yang berukuran besar, harus sudah dibelah terlebih dahulu.

Kemudian minuman bersoda-berakohol dan air mineral. Selain makanan dan minuman, Lapas Perempuan juga melarang titipan obat-obatan kimia dengan jenis apapun, terkecuali dengan resep dokter atau perawat lapas, pasta gigi, serta titipan aksesoris, hotpans dan softlens.

Diakui Dewi, Lebaran Topat merupakan tradisi umat Islam di Pulau Lombok yang dirayakan seminggu setelah Idul Fitri. Namun, pihak lapas tetap memberlakukan larangan kunjungan secara langsung mengingat, momentum lebaran tahun ini dirayakan di tengah kondisi pandemi Covid 19.

"Kami tetap melarang adanya aktivitas berkunjung secara langsung. Tapi layanan kunjungan secara online kami sediakan dan jumlah pengunjung yang mendaftar akan lebih banyak dibanding kunjungan setelah selesai salat Id, yakni 200 pendaftar," jelasnya.

Di sisi lain, pihaknya tengah merancang kegiatan untuk warga binaan, dalam rangka mewujudkan rasa suka cita menyambut tradisi tahunan tersebut. Seperti menikmati kuliner khas lebaran topat, yakni opor dan ketupat, secara berjamaah, serta beragam kegiatan lainnya guna mengisi momentum Lebaran.

"Kami akan memberikan kelonggaran terhadap warga binaan untuk merayakan lebaran dengan menikmati makanan titipan keluarga, antar sesama warga binaan. Karena meski mereka tidak bersama keluarga di rumah, mereka tetap bersuka cita menyambut lebaran Topat. Mulai Rabu Sore kami akan mengupayakan persiapannya," tutupnya.(RIN)