Mantan Kades Banjar Sari, Ditetapkan Jadi Tersangka Pengalahgunaan Dana Desa

Kasi Intelijen Kejari Lotim Lalu Mohamad Rasyid, SH.

Lombok Timur (postkotantb.com)- Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur (Lotim) telah menetapkan inisial Z selaku mantan Kepala Desa Banjar Sari, Kecamatan Labuan Haji, Lombok Timur menjadi tersangka dalam dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) atas penyalahgunaan Anggaran Desa Banjar Sari tahun 2020. Penetapan disahkan Tim Penyidik pada hari ini, Rabu 5 Mei 2021 sekitar pukul 10.00 Wita.

"Baru penetapan menjadi tersangka saja. Dalam waktu dekat kami akan panggil sebagai tersangka," kata Kapala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Lotim Lalu Mohamad Rasyid, S. H., pada media ini melalui pesan WhatsApp, Rabu (5/5).

Penetapan menjadi tersangka terhadap inisial Z berdasarkan hasil penyidikan dan telah memperoleh bukti-bukti yang cukup. Total jumlah kerugian negara yang diakibatkan oleh ulah mantan Kades inisial Z tersebut mencapai Rp. 200 juta yang diambil dari ADD tahun 2020.

"Kami periksa dalam perkara TPK penyalahgunaan anggaran Desa Banjar Sari dengan jumlah kerugian kurang lebih Rp. 200 juta," sambungnya. 

Selain Z, Tim Penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi atau semua pihak terkait di Desa Banjar Sari. Adapun pasal yang dikenakan terhadap tersangka ialah Pasal 2 Junto (Jo) Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999/Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2021 tentang Tindak Pidana Korupsi. Ditanya apakah kemungkinan akan ada tersangka lain, ia menyatakan belum bisa memastikan hal itu.

"Kita lihat nanti ya, setelah pemeriksaan tersangka," terangnya. (Iwan)