Mudik Dilarang, Bus Damri Jurusan Pancor - Bandara Kena Imbas

Kepala Dinas Perhubungan Lotim Purnama Hadi

Lombok Timur (postkotantb.com)- Kebijakan pemerintah membatasi mudik lebaran berimbas ke semua sektor. Tak terkecuali jam operasional bus damri jurusan Terminal Pancor Selong Lombok Timur-Bandara Internasional Zainul Abdul Madjid (BIZAM). 

Dari sebelumnya delapan bus yang beroperasi setiap harinya, akibat kebijakan pemerintah melakukan pembatasan tersebut, kini hanya tiga bus saja yang beroperasi setiap hari. 

"Ya untuk sementara ini busnya berangkat tiga, pada jam 06.00, 07.30, dan 09.30 pagi. Itupun dengan jumlah penumpang dua sampai tiga orang saja," kata Koordinator Pemberangkatan Bus Selong-BIZAM Jumaidi pada wartawan, Sabtu (8/5).

Ke depan, lanjut Jumaidi, untuk persiapan angkutan lebaran, pihaknya akan melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu. Jika jumlah penumpang melonjak, armada akan ditambah. Itu pun, kata dia, di luar dari rencana yang sudah disiapkan sebelumnya. 

"Kita lihat sikonnya nanti. Kalau penumpang melonjak, armada akan kami tambah," imbuhnya. 

Sementara untuk mencari keuntungan, pihaknya tidak terlalu memikirkannya. Yang lebih utama saat ini adalah bagaimana menutupi biaya operasional dari ketiga bus tersebut. Dengan jumlah penumpang yang sedikit, ditambah kebijakan pemerintah yang membatasi perjalanan, ia mengaku tidak pernah mencari untung. 

"Jadi sangat minim sekali untuk saat ini. Yang penting bagaimana kami berusaha menutup biaya operasional saja. Dan yang paling utama adalah pelayanan," tandasnya. 

Tampak Terminal Pancor Lotim  sepi penumpang

Sebelumnya, dalam surat edaran (SE) yang dikeluarkan Bupati Lombok Timur yang disampaikan melalui Dinas Perhubungan tanggal 13 April lalu, Bupati dengan tegas melarang ASN dan masyarakat yang ingin melakukan mudik ke luar pulau. 

"Pemkab Lotim telah mengingatkan seluruh ASN dan masyarakat yang akan mudik ke luar daerah atau luar pulau, tidak diperbolehkan atau dilakukan pembatasan," tegas Kepala Dinas Perhubungan Lotim Purnama Hadi beberapa waktu lalu. (iwan)