Bupati Loteng Lantik Pengurus Balai Mediasi

LANTIK;  Bupati Loteng melantik  24 pengurus Balai Mediasi

Lombok Tengah (Postkotantb.com)- Sebanyak 24 Pengurus Bale mediasi di Lantik Bupati Lombok Tengah (Loteng) HL. Pathul Bahri. Pelantikan tersebut dipusatkan di Ballroom Kantor Bupati setempat Senin (14/6). 

Bupati Loteng HL. Pathul Bahri mengatakan, pihaknya sangat bersyukur lembaga ini bisa terbentuk, sebab Bale mediasi ini salah satu lembaga yang nantinya sebagai tempat menyelesaikan sengketa ataupun persoalan yang bisa diselesaikan di luar Pengadilan.

Sehingga nantinya diharapkan, lembaga ini bisa bekerja maksimal, dalam menyelesaikan persoalan, khususnya masalah ditengah masyarakat. 

"Tidak semua masalah harus diselesaikan di APH, lembaga ini saya harapkan sebagai lembaga yang bisa menyelesaikan masalah, tanpa melahirkan masalah," katanya

Sementara itu, ketua Bale Mediasi Loteng HL. Suhardi mengatakan, nilai nilai agama ditengah masyarakat masih melekat, sehingga lahirnya bale mediasi, sebagai salah satu lembaga yang bisa memberikan nilai positif, terutama dalam menyelesaikan masalah.

Diakuinya, sebelum balai mediasi ini terbentuk, sebenarnya sudah ada di beberapa media-media, dan itu sebagai contoh untuk bisa di implementasikan dalam kehidupan sehari hari, terutama menyelesaikan masalah tanpa ada masalah.

"Agama juga mengajarkan kepada kita, untuk saling maaf memaafkan, jika ada hamba atau orang yang sedang bermasalah. Sehingga melalui balai mediasi ini, nantinya ketika ada masalah bisa diselesaikan secara hukum agama adat dan budaya. Lebihnya lagi Sasak sangat kental dengan budaya dan adat istiadat," katanya.

Melekatnya adat istiadat dan budaya, yang dibenturkan dengan kemajuan teknologi, pihaknya mulai khawatir nilai nilai budaya adat istiadat mulai punah. Oleh karenanya,. Melalui balai ini kita bersama sama untuk menghidupkan kembali, biar peninggalan nenek moyang tidak punah dibawa arus globalisasi. "Canggihnya teknologi kita syukuri, tapi di sisi lain kita juga khawatir nilai nilai peninggalan nenek moyang kita mulai hilang, sehingga dengan terbentuknya balai mediasi ini, sebagai jawaban kalau budaya kita harus mampu kita pertahankan," pintanya.

Dijelaskan, penyelesaian mediasi sudah ada tingkatan yang harus dilalui, pertama ketika ada konflik atau salah pendapat di internal keluarga maka kemudian oleh orang tua diserahkan kepada yang komplik itulah yang dinamakan mediasi para pihak atau penyelesaian para pihak yang bertikai. 

Yang kedua ketika terjadi sengketa yang lebih luas di antara keluarnya maka kemudian disinilah dibutuhkan satu model penyelesaian pemutus dan memutuskan ini ada orang tua yang sangat didengar dan merupakan tokoh lalu kemudian.

Dan yang ke tiga ini yang sering terjadi konflik yang melibatkan komunitas ini dibutuhkan mediator-mediator yang lahir dari kedua belah pihak dan tokoh tokoh utama tokoh agama tokoh masyarakat tergantung dari yang berkonflik itulah yang dinamakan penyelesaian pemutus dari tingkat tiga tingkat ini. "Sebelum balai mediasi ini terbentuk, kami sudah soan atau mendatangi sejumlah tokoh agama dan masyarakat, untuk dimintai persetujuannya dan Alhamdulillah beliau semua merespon, sehingga balai ini terbentuk," ucapnya. 

Selanjutnya, kepada Kapolres, Dandim, Kajari dan PN Praya dia berharap untuk senantiasa memberikan bimbingan teknis sebab peran dan tugas bale mediasi paralel dengan tugas penegakan hukum. "Peran aph, juga kita sangat butuhkan, biar kalaborasi antara hukum dan adat istiadat tidak bertentangan," ungkapnya.

Adapun susunan personalia balai mediasi adalah Ketua, HL.Suhardi BE, Wakil Ketua HL.Ranggalawe SH.MH, Wakil Ketua Lalu Purnama Agung S.Ip.

Sekretaris H. Rahyono SH.Med, Wakil Sekretaris Diaji Akbar S.Adm jabatan sekarang Staf Kebangpoldagri Loteng,  Bendahara Hassugian Putra Kusuma AMd.T, jabatan sekarang Staf Kesbangpoldagri Loteng. (AP)