Cara Kepala Kanwil Kemenag NTB, Buat Kejutan Di Bulan Syawal 1442 H (selesai)

KUNJUNGI KABUPATEN KOTA; Kakanwil Kemeneng NTB Doktor KH.Zaidi Abdad bersama rombongan saat melakukan tugas kenegaraan dari Kabupaten Loteng, Dompu,Bima dan Kota Bima.


Mengunjungi Dua Kabupaten Satu Kota, Bawa Misi Kemanusiaan dan Peningkatan Mutu Pendidikan

Mengunjungi dua Kabupaten dan satu Kota, Kepala Kanwil Kemenag NTB, sempatkan waktunya mengunjungi korban banjir bandang sembari melakukan pembinaan terhadap jajarannya serta meletakkan batu pertama RKB Dana SBSN.

SAPARUDDIN

LOMBOK TENGAH

KEMANUSIAAN misi kemanusiaan masih melekat dalam diri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) NTB, ditengah tugasnya sebagai kepala kantor Kemenag NTB, yang tak henti hentinya selalu memberikan pembinaan kepada jajarannya, termasuk terus berupaya melakukan peningkatan pendidikan dengan cara memperbanyak lembaga pendidikan.

Saat mengunjungi dua Kabupaten, masing-masing Kabupaten Dompu, kabupaten Bima dan Kota Bima, dalam program kenegaraannya.  Orang nomor satu di kemenag NTB ini,  sempatkan waktu menyambangi warga yang terkena banjir bandang, sembari membawakan bantuan.

Dengan harapan, beban akibat musibah yang dideritanya, dengan adanya bantuan beban mereka bisa terkurangi.

"Kedatangan saya bersama rombongan, ke Kabupaten Dompu dan Bima dan Kota Bima, guna menyambangi dan memberikan pembinaan ke sejumlah ASN dan peletakan batu pertama pembangunan RKB MTsN 2 Dompu, serta misi kemanusiaan terhadap saudara saudara kita yang terkena musibah banjir bandang," kata kepala Kanwil Kemenag NTB, Dr. KH. Zaidi Abdad, kemarin.

Dalam misi kemanusiaan tersebut, pihaknya bersama rombongan membawa ratusan paket bantuan yang di serahkan kepada masyarakat dan pegawai kementerian agama yang terdampak bencana.

Dikatakan, musibah sejak dulu sudah ada dan ini tentunya bagian dari peringatan, dan kita tetap ingat kepada Allah, memperbanyak istighfar, melaksanakan perintahnya dan menjauhi segala larangannya.

"Kadang Allah memberikan peringatan kepada kita dengan berbagi macam musibah, oleh karenanya marilah kita sama sama bertaubat, memperbanyak istighfar," pintanya.

Kemurkaan Allah lanjutnya, tidak ada yang bisa memprediksikan, sehingga sebagai hamba Allah, pihaknya berharap untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.

"Semoga dengan musibah ini, kita bisa jadikan ibrah untuk kita selalu berbuat kebaikan diatas muka bumi ini," ungkapnya.

Selain misi kemanusiaan, pihaknya juga telah melakukan pembinaan kepada ASN dilingkup wilayah kerjanya, termasuk telah melakukan peletakan batu pertama proyek pembangunan RKB MTsN 2 Dompu dengan nilai kontrak sebesar Rp.3.618.664.000.

Bangunan tersebut bersumber dari anggaran APBN melalui Dana Surat Berharga Syari’ah Negara (SBSN) 2021.

Progres pembangunan gedung MTsN 2 Dompu, bisa dikerjakan sesuai aturan dan tepat waktu sehingga nantinya manfaatnya, bisa dinikmati  masyarakat dalam menyekolahkan anak anaknya, sebagai tempat cikal bakal mencetak generasi penerus Qur'ani.

 dari dana SBSN yang diberikan kepada MTs Negeri 2 Kabupaten Dompu jangan sampai menimbulkan masalah ke depannya.


“Semua masyarakat berhak mengkritik pembangunan ini, jika tak sesuai dengan aturan, tenggat waktunya juga harus diperhatikan tanpa mengesampingkan kualitas pembangunan. Kami berharap progress akhir bisa terselesaikan dengan baik pada bulan November 2021," ujarnya.

Diakuinya, akhir akhir ini masyarakat sudah banyak yang beralih memasukkan anak anaknya ke madrasah, ini harus dipertahankan, tentunya dengan menunjukkan prestasi.

"Prestasi madrasah baik di nasional ataupun internasional, sudah ditunjukkan, dan itu sebagai bukti kalau Madrasah lebih baik, dan keberadaan MTsN 2 Dompu ini, nantinya mampu melahirkan siswa siswi berprestasi,"harapnya.

Selanjutnya kepada seluruh lembaga pendidikan baik negeri ataupun swasta, yang ada di bawah kemenag. Untuk terus bersinergi meningkatkan kualitas pendidikan, kualitas para pendidik.

Sebab setiap masa keahlian sesuai dengan tuntutan zaman harus di siapkan, sehingga nantinya para siswa siswi mampu beradaptasi dengan tuntutan zaman.

Ditengah pandemi ini, pelaksanaan pendidikan harus disesuaikan dengan Prokes kesehatan, sehingga diharapkan musibah yang melanda dunia, segera berlalu dan kehidupan kembali normal kayak sedia kala.

"Saat kami sidak ke MTsN 1 dan MAN 1 Loteng beberapa pekan lalu, penerapan Prokes di jam belajar harus ditiru, dengan harapan Covid-19 ini segera berlalu, dan proses pendidikan kembali normal," tutupnya. (Selesai)