Diduga Bosnya Tilep Uang Nasabah, Karyawan Koperasi Nusaglobe Lapor Polisi


 LOTENG, (Postkotantb.com)- Karyawan yang bertugas sebagai Pekerja Lapangan (PL) pada Koperasi Nusaglobe Mandiri Desa Ganti Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), Rabu (16/06) kemarin, ramai ramai melaporkan atasannya ke Polres Loteng.

Pasalnya,mereka para karyawan yang bertugas sebagai PL, menduga uang nasabah yang berhasil dikumpulkan di lapangan, dan di serahkan ke atasannya atas nama khaerani, tidak diserahkan ke kantor alias tidak masuk kas.

"Saya bersama Lima orang temannya yang sekaligus karyawan yang bertugas sebagai PL di koperasi Nusaglobe Mandiri Ganti, melaporkan atasannya atas nama khaerani telah melakukan dugaan penipuan terhadap para nasabah," kata Lale Mustiarah sekaligus ketua PL wilayah Desa Kuta dan Sengkol Kecamatan Pujut Loteng.

Dugaan penipuan tersebut mulai ia curigai ketika para nasabahnya, ingin mengambil uang tabungan yang sudah mereka serahkan kepada dirinya dan karyawan lainnya.

Selain itu, setelah pihaknya meminta pihak bendahara koperasi mengecek berapa jumlah uang nasabah yang sudah mereka setor menabung, ternyata di kas tidak ada yang masuk. Sehingga hal inilah yang menyebabkan dirinya bersama rekan rekannya yang bekerja sebagai PL mulai curiga.

"Saya sebagai ketua PL di dua desa, yakni Sengkol dan Kuta terhitung bulan April Mei sudah mulai curiga. Sebab uang setoran nasabah yang sudah ia serahkan ke atasannya yakni khaerani, baik melalui bendahara koperasi dan trasper melalui rekening atasannya nama khaerani, ternyata tidak ada masuk di buku kas," ungkapnya.

Atas hal tersebut, pihaknya melakukan komunikasi dengan sejumlah PL yang lain, seperti

Intan Maesarah, Isnawati, Erni Marlina, Uodia Yohana, Mahni. Ternyata mengalami hal yang sama, artinya uang nasabah tidak ada yang masuk ke kas koperasi.

"Karena kami merasa terancam oleh para nasabah, sehingga kami sepakat kalau atasannya telah melakukan percobaan penipuan dan sepakat menempuh jalur hukum," bebernya.

Selanjutnya, dari 6 orang PL total uang nasabah yang berhasil dikumpulkan senilai Rp 488. 740. 000. 

Adapun perinciannya adalah, nasabah yang dipegang oleh dirinya sebanyak 76 orang dengan jumlah uang tabungan mereka yang sudah ia setor sebesar Rp 96. 010. 000 ribu. 

Selanjutnya  Intan Maesaroh dengan jumlah nasabah 110 orang wilayah kerjanya di Desa Mujur dan Sukaraja Kecamatan Praya Timur Loteng, dengan total uang nasabah sebanyak Rp 102. 790. 000.

Ernawati wilayah kerja Mujur Sukaraja, dengan total nasabah 55 orang dengan jumlah uang nasabah Rp 48. 309. 000. Erni Marlina Rp 109. 100. 000  jumlah nasabah 100 orang.

Selanjutnya Yodia wilayah kerja Desa Mujur dengan jumlah nasabah 92 orang dan total uang nasabah yang terkumpul Rp 51. 945. 000

Mahni wilayah kerja Desa Truai Kecamatan Pujut dan Pasar Mujur dengan jumlah nasabah 57 orang dengan total tabungan nasabah sebanyak Rp 47. 362. 000.

Lale menambahkan, selain nama nama diatas ada lima temannya yang tidak bisa ikut bergabung melapor diantaranya Warniati jumlah nasabahnya 64 orang dengan total uang tabungan nasabah senilai Rp 31.110. 000. Nurlaila dengan jumlah nasabah 5 orang dengan total tabungan nasabahnya sebanyak Rp 650. 000.

Yuliana jumlah uang nasabahnya sebanyak Rp 854. 000 dengan jumlah nasabah 9 orang. Debay Weddelia Yuliatama total nasabah 8 orang dan total uang tabungan nasabah Rp 395. 000 dan terakhir Feliya Hidayati jumlah nasabah 3 orang dengan jumlah total uang nasabah Rp 215.000.

Dari jumlah tersebut diatas, sehingga total uang tabungan nasabah yang sudah diserahkan senilai Rp 488. 740. 000 ribu.

Dikatakan, tidak adanya uang nasabah tersebut masuk ke kas, pihaknya sudah berulang kali menanyakannya langsung ke ibu Khaerani, namun dia selalu diam dan malah setelah persoalan ini muncul, dia jarang masuk.

"Kami sudah berusaha secara baik baik menanyakannya langsung ke ibu khaerani selaku atasannya atau orang yang pertama mengajak kami masuk di koperasi Nusaglobe mandiri ini, namun tidak direspon sehingga memilih menempuh jalur hukum. Sebab kami tidak tenang kepada para nasabah kami yang selalu menanyakan berapa jumlah tabungannya dan ada juga yang mau menarik tabungannya," tutur Lale yang masih berstatus pengantin ini.

Senada juga dikatakan Yodia, ia mengaku sudah tidak tenang dan hidupnya merasa terancam. Sebab setiap kali pulang nasabah selalu sudah ada di rumah menanti. " Saya takut, kadang saya tak berani pulang pak, mohon kami dibantu," pintanya.

Sementara itu Intan Maesaroh mengaku, persoalan ini sudah membuat orang tuanya sakit. Sebab setiap hari nasabah selalu datang menagih dan menanyakan uang tabungan yang sudah mereka serahkan.

"Saya Ndak bisa apa apa, sebab uang nasabah sangat besar dan itu semua sudah kami serahkan ke koperasi tempat saya bekerja. Saya, malu apalagi masalah ini telah membuat ibu saya sakit," curhatnya sambil menangis sembari memeluk teman temannya di berugak Reskrim polres Loteng.

Sementara itu Mahni mengaku, kendati pihaknya bersama Lima orang temannya sudah 2 bulan jalan bekerja, namun belum diberikan gaji, pihaknya ikhlas, asalkan uang nasabah dikembalikan.

"Kami berharap kepada aparat kepolisian Polres Loteng, untuk bisa membantu, kami bekerja mencari rizki bukan malah dapat petaka. Kami ikhlas selama dua bulan bekerja tidak digaji, asalkan uang nasabah dikembalikan biar hidup kami tenang," pintanya.

Terpisah melalui ponselnya pimpinan koperasi Nusaglobe Mandiri Ganti Sahnur mengakui bahwa Khaerani merupakan anggota di perusahaannya, namun ia tidak tahu adanya persoalan ini sebelumnya, untuk itu dalam waktu dekat ini pihaknya akan memedisaikan kedua belah pihak sekalian meminta audit menyeluruh secara mandiri terhadap rekening yang di gunakan untuk menyimpan uang nasabah.

"Uang nasabah itu tidak masuk ke rekening perusahaan tetapi masuk ke rekeningnya, jadi nanti saya akan minta rekening yang di gunakan itu untuk di blokir lalu kemudian meminta untuk lakukan audit," ujarnya.

Saat ini pihaknya masih di luar daerah dan Insyaallah dalam waktu dekat ini akan pulang dan menyelesaikan persoalan ini.

"Saya akan pulang menyelesaikan persoalan ini, sekarang saya masih di luar daerah," katanya singkat.

Sementara itu, Khaerani berulang kali dihubungi, nomor ponselnya tidak pernah aktif.

Sementara itu Paur Humas Polres Loteng IPDA H. Mansur saat dikonfirmasi, belum ada laporan yang masuk ke bagian humas. Sebab dari siang sampai sore, pihaknya sedang bertugas melakukan pengamanan di bandara. "Saya belum terima laporan dik, sebab tadi sampai sore bertugas di bandara," katanya singkat. (AP).