MIN 4 Loteng, Gelar Diklat Tematik

DIKLAT ; kasi Penmad Loteng bersama Kamad MIN 4 didampingi para petugas Diklat keagamaan Denpasar dan peserta diklat sebagai sombolis

 
LOTENG, (Postkotantb.com) - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Lombok Tengah (Loteng), yang berlokasi di Dusun Burika Desa Kelebuh Kecamatan Praya Tengah, menggelar Pendidikan dan Latihan (Diklat) guru Tematik angkatan V.

Dalam Diklat tersebut, pihak MIN 4 Loteng menggalang kerjasama dengan balai Diklat keagamaan Denpasar, selama Enam hari.

Kepala MIN 4 Loteng Zulhadi menjelaskan, Diklat ini terselenggara atas kerjasama dengan balai Diklat keagamaan Denpasar, yang di prakarsai Kementerian Agama (Kemenag) Loteng.

"Diklat ini, digelar di aula MIN 4 Loteng selama 6 hari, dan Diklat ini diprakarsai Kemenag Loteng, dengan bekerjasama dengan Balai Diklat keagamaan Denpasar," katanya, Senin (7/6).

Sedangkan pesertanya sebanyak 40 orang guru yang berasal dari Guru Tematik, di bawah Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MIN 4 Loteng.

"Tematik adalah guru yang memegang mata pelajaran
IPA, IPS, SBDP, PKN dan Bahasa Indonesia," jelasnya.

Selanjutnya kegiatan ini dilaksanakan selama Enam hari, mulai hari ini tanggal 7 sampai 12 Juni mendatang.

Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Penmad) Loteng Muliadi mengaku bangga atas dedikasi kepala MIN 4 Loteng, yang telah berusaha dengan maksimal, sehingga Diklat ini dapat terselenggara bekerjasama dengan balai Diklat keagamaan Denpasar.

"Melaksanakan Diklat dengan menghadirkan Balai Diklat keagamaan Denpasar, tidak lah mudah. Namun Alhamdulillah berkat usaha keras kepala MIN 4 Loteng, Diklat ini terselenggara dengan lancar dansukses," ungkapnya.

Atas usahanya ini, pihaknya selaku pejabat yang membidangi pendidikan di kemenag, sangat bersyukur. Selanjutnya kepada para peserta, pihaknya berharap untuk bisa disiplin, harus memahami semua apa yang menjadi materi selama diklat, termasuk peserta harus menguasai tekhnologi, terutama laptop.

"Setelah Diklat ini,lanjutnya, semua guru harus mampu menguasai tekhnologi, terutama Laptop. Sebab banyak informasi yang bisa didapatkan jika bisa menguasai Tekhnologi, minimal semua guru harus memiliki HP yang bisa koneks dengan internet," harapnya.

Dikatakannya, sebagai seorang pendidik, harus mampu melahirkan inovasi baru, sebab setiap saat selalu ada perubahan dan tuntutan zaman. Sehingga seorang pendidik harus selalu belajar dan terus belajar. "Disebut pendidik, jangan gengsi untuk belajar, mohon kepada guru untuk terus belajar," imbuhnya.

Selanjutnya guru harus ada perbedaan, artinya setiap kali pertemuan harus mampu menunjukkan nuansa baru, sehingga siswa tidak jenuh, mengikuti proses pembelajaran.

Rasa tanggung jawab harus dimiliki oleh setiap pendidik  terhadap muridnya, paling tidak siswa tersebut harus mampu menunjukkan perubahan, terutama prestasi setiap tahunnya.

Keteladanan, sebagai guru harus menjadi teladan bagi muridnya, agar nantinya  bisa diikuti oleh para anak didiknya.

Ditambahkannya, untuk mencapai beberapa hal diatas, tentu dibutuhkan banyak belajar dan membaca, termasuk Diklat ini bagian dari salah satu sarana untuk meningkatkan SDM pendidik.

"Kepada seluruh peserta agar terus mengikuti rangkaian kegiatan Diklat ini sampai selesai dan saya yakin Diklat ini bakal mampu melahirkan nuansa baru bagi guru. Sebagai bekal melahirkan perubahan kepada peserta didik, di masing masing madrasah tempat bertugas," pungkasnya. (AP).