Panitia Pemilihan Kepala Desa Kedaro Kecamatan Sekotong Tengah



Lombok Barat, (Postkotantb.com)  -           Dikutip dari tim media investigasi yang  mendatanggi Ketua Panitia pemilihan Kepala Desa Kedaro   ( PILKADES ) di Sekertariat menanyakan terkait isu mengenai ada dari satu kandidat calon kepala desa yang mendafta​rkan diri ditemukan ada perbedaan nama di ijazah SD dengan ijazah SMP diberkas pendaftarannya.

Ketua Panitia Pilkades Kedaro menyampaikan ke awak media memang benar adanya seperti itu, Ijazah SD nya Namanya Musni dan Ijazah SMP nya Nama Mustafa, tapi setelah saya turun menelusuri keabsahan dari Ijazah itu maka Kepala instansi atau kepala sekolah terkait baik SD tidak di permasalahkan karna kenapa, satu yang di SD kepala sekolahnya mengatakan sudah tidak ada permasalahan ketika nama Musni di depan tidak berbeda sehingga disitu kepala sekolah SD tidak ragu-ragu meleges Poto copy Ijazah itu.

kami Panitia membuat berita acara ketika kepala sekolah tidak mempermasalahkan Ijazah itu, maka kami menyodorkan berita acara yang di tanda tangani oleh kepala sekolah itu sendiri sehingga kami bukan mencari cari kesalahan calon tersebut, melainkan mencari keabsahan data tersebut kalau memang itu benar adanya, maka kami minta kepada kepala sekolah untuk menanda tangani berita acara tersebut diatas materai 10.000 bahwa ijazah itu sudah tidak ada masalah.

Kemudian terkait  tentang  beda nama itu sudah ada surat keterangan dari  kepala Dinas yang sudah di tanda tangani, kami juga turun ke kepala sekolah lama  terkait tentang perbedaan nama, keterangan itu memang bener adanya katanya, ini sudah tidak ada masalah yang menjelaskan disitu adalah yang bernama Musni itu sebenarnya Mustafa, itu yang dijelaskan di surat keterangan itu dan ada tanda tangan kepala Dinas kemudian Kepala sekolah lama.

Kemudian Ketua Panitia langsung bersurat ke SMP 2 Praya tempat yang bersangkutan sekolah, namun sebelum itu kami sudah bersurat ke Panitia kecamatan dan Kapolsek Sekotong untuk mendampingi kami, oasalnya,  saat kami rapat koordinasi dengan Kecamatan dan Kapolsek, kami menjelaskan kalau kami tidak mau disalahkan oleh siapapun karena kami panitia Desa paling bawah.

Diatas kami ada panitia Kecamatan dan diatas Panitia Kecamatan ada Panitia Kabupaten, dalam hal ini saya sampaikan kita sama-sama baik Panitia Kecamatan dan Kabupaten untuk menentukan sikap,  untuk menjalankan bahkan memutuskan bersama ketika kita mengumumkan bakal calon yang akan kita loloskan,  karena  calon tersebut  sudah memenuhi syarat  yang diajukan sebagai Paniti Pemilihan Kepala Desa Kedaro Kecamatan Sekotong Tengah.

Sehingga kami sepakat dengan panitia kecamatan dan  kapolsek mendukung kami, kemudian mengirim dua penyidik dari polsek untuk mendampingi kami  dan dua orang dari kecamatan, selanjutnya kami berangkat ke Lombok Tengah menuju salah satu tempat calon itu menempuh pendidikan tingkat SMP.

Kepala SMP 2 Praya membenarkan bahwa yang bersangkutan pernah sekolah disini dan dibuktikan dengan di tunjukkan arsip Ijazah calon tersebut, masih utuh  dan disaksikan oleh kedua anggota kepolisian polsek Sekotong, kami selaku panitia menanyakan tentang keabsahan arsip tersebut kepada anggota tersebut diatas dan pihak polsek menjawab tidak ada masalah.

kami dari panitia merasa puas dan lega, sehingga kami sodorkan surat pernyataan memang benar ijazah itu atas nama Mustafa sesuai dengan nomor induk dengan ijazah SD nya, kepsek bilang benar dan menanda tangani surat pernyataan diatas materai 10.000 bahwa Ijazah itu benar keluar dari SMP 2 Praya bukan palsu. Jelas Kepsek.

Sehingga apa yang kami lakukan ini bukan semata mata kami mau cari masalah, melainkan menjaga hal-hal yang tidak kita inginkan bersama dikemudian hari yang akan menimpa kami selaku Panitia, akan tetapi kalau sudah seperti ini kami berusaha untuk yang terbaik bagi semua calon wabil khusus masyarakat Desa Kedaro, agar pemilihan kepala desa kedaro tetap dalam situasi kondusif dan damai, semuanya saya serahkan sama yang kuasa ( ALLAH  SWT.)
 (red) " Melalui tayangan berita ini kami redaksi Postkotantb.com meminta maaf karena sebelumnya ada perbedaan judul dengan media investigasi.com, dengan ini menyampaikan permintaan maaf dan meliris kembali sesuai judul yang kami kutip dari media ybs terimakasih "