Waspada, Indekos Terpisah Jauh dari Pemilik Rawan Kejahatan

DOKUMENTASI: Kapolsek Pagutan, Iptu I Ketut Artana, SH, (Kanan) tengah mengintrogasi Pejambret yang berprofesi sebagai honorer.

Mataram (postkotantb.com)- Padatnya bangunan di wilayah hukum Polsek Pagutan, Kota Mataram, masuk kategori wilayah yang rawan terjadinya kejahatan. Antara lain, Pagesangan, Pagesangan Timur, Pagutan Timur dan Pagutan Timur.

Kapolsek Pagutan, Iptu I Ketut Artana, SH, mengaku, kerawanan di lingkungan indekos disebabkan kelalaian para pemilik Indekos.

"Sebenarnya, kelemahan yang sangat luar biasa. Tatkala letak kos jauh terpisah dari kediaman pemiliknya. Mereka membangun kos, menerima untung dari pembayaran kos, tapi keamanan tidak terjamin sama sekali," ungkapnya, Jumat (11/6).

Dikatakan, para pemilik tidak memiliki kepekaan dini terhadap calon penyewa. Selain itu, minimnya pengontrolan terhadap kondisi lingkungan indekos, sehingga berpeluang bagi pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya.

"KTP Penyewanya beda, yang menempati bukan si pemilik KTP. Ini yang sering terjadi," imbuhnya.

Di sisi lain, para pemilik kos-kosan kurang melakukan koordinasi, minimal surat pemberitahuan kepada pemerintah di lingkungan setempat. Salah satunya kepala lingkungan atau Ketua Rukun Tetangga (RT). Padahal, RT berkewajiban untuk menjaga keamanan warga.

"Sepeti yang terjadi di kos-kosan lingkungan pagesangan kemarin. Kan kamar kos jadi tempat menampung barang hasil curian motor Begitu tiga hari, datanglah rekannya tiga orang dari pulau seberang. Kendaraan di ambil lalu di bawa nyebrang. Ini yang kita waspadai,  kos-kosan yang lepas pengawasan dari pemiliknya,"

Selain itu, diakui Artana, Polsek Pagutan pernah mendapati adanya praktik prostitusi dalam kamar Indekos. Mirisnya lagi, pelaku prostitusi yang digerebek bukanlah penyewa indekos. Setelah ditelusuri, penyewa indekos ternyata telah menyewakan kembali kepada pihak lain untuk kumpul kebo.

Karenanya, dalam waktu dekat, Polsek tersebut akan membentuk tim khusus untuk melaksanakan giat penertiban khususnya di lingkungan indekos. Fiat tersebut akan melibatkan unsur pemerintah kota Mataram dan tokoh masyarakat.

"Giat Ini untuk mengurangi niat pelaku untuk melakukan kejahatan. Di wilayah kami ada banyak tempat kos dan pengaduan curanmor, lumayan tinggi di wilayah Pagutan," tandasnya.(RIN)