Diduga" Lakukan Penipuan, PT. Tahtajaga Internasional Jakarta Polisikan Ketua BPPD Loteng

Lombok Tengah (Postkotantb.com)- Diduga ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Tengah (Loteng), Ida Wahyuni Sahabuddin, telah melakukan penipuan terhadap PT Tahtajaga Internasional Jakarta.

Koordinator PT Jahtajaga Internasional Jakarta cabang Lombok, H. Rian Jaki saat jumpa pers di salah satu rumah makan di kota Praya mengakui, jika Ketua BPPD Loteng, Ida Wahyuni Sahabuddin, telah melakukan percobaan penipuan terhadap perusahaan tempat bekerja, yakni PT. Tahtajaga Internasional

"Ketua BPPD Loteng, Ida Wahyuni Sahabuddin kami nilai telah melakukan penipuan terhadap perusahaan kami, dari semua perjanjian kerjasama tidak ada yang berjalan sesuai perjanjian. Sedangkan keuangannya sudah kita transperkan," terangnya, Jum'at (30/07).

Dikatakan, sesuai perjanjian dengan Ketua BPPD Loteng, ada tiga program atau proyek yang akan dilaksanakan di Loteng, seperti pembangunan Homestay sebanyak 300 unit, pengadaan alat kesehatan selama pandemi Covid-19, dan pergelaran event pameran promosi desa wisata.

"Dari tiga kerjasama tersebut, semuanya tidak sesuai perjanjian, sedangkan anggaran sudah kita transperkan," ulangnya.

Dijelaskan, untuk kerjasama dibidang kesehatan, sesuai perjanjian atas nama ketua BPPD Loteng, telah meminta pengadaan alat kesehatan selama Covid-19 seperti pengadaan masker, handsanitezer, dan beberapa alat pelindung virus Covid-19 lainnya.

Alat alat tersebut, semuanya sudah dibawakan ke Lombok dengan nilai kontrak Rp 5,3 miliar dengan batas pembayaran 2 bulan. Namun sampai saat ini barang barang tersebut malah tidak dipakai.

Selanjutnya proyek homestay, dari 300 unit yang ditawarkan, namun pihaknya hanya menyetujui 74 unit, guna melihat keseriusan pihak BPPD. dari 74 unit tersebut pembayarannya juga belum di berikan.

Yang ketiga kerjasama gelaran event promosi desa wisata di Kecamatan Kuta dengan nilai kontrak Rp 3,5 Miliar. Dimana pihaknya telah mentransfer kan Rp 400 juta sebagai bentuk keseriusan perusahaan dalam menyukseskan event promosi desa wisata tersebut.

Selain uang, semua persiapan mulai dari pemasangan umbul umbul, pemasangan baliho hingga sarana prasarana dalam mensukseskan event tersebut diprediksikan menghabiskan anggaran Rp 2,7 miliar.

"intinya, dari tiga kerjasama yang sudah kita sepakati, kerugian perusahaan kami sekitar Rp 11, 7 Miliar. Sedangkan transfer uang Rp 400 saya kirim langsung ke rekening pribadinya Ida Wahyuni Sahabuddin selaku ketua BPPD. Sebelumnya saya sempat minta rekening lembaga tapi dijawab belum ada sehingga saya transferkan ke rekening pribadinya," ungkapnya.

masih sambungnya, pada bulan Februari lalu, pihaknya melayangkan surat pengaduan ke polres Loteng. dan hari ini pihak polres akan melakukan mediasi, namun sampai saat ini, Ida Wahyuni Sahabuddin malah tidak datang.

"Seyogyanya, mediasi akan dilakukan Kamis kemarin, namun karena Ida Sahabuddin ada halangan sehingga dia yang minta hari Jum'at, seperti yang saya terima dari kepolisian," ujarnya.

Mangkirnya ketua BPPD dalam proses mediasi, pihaknya bersama rekan rekan perusahaan sepakat menutup proses mediasi dan kasus ini akan dilanjutkannya.

secara terpisah, ketua BPPD Loteng, Ida Wahyuni Sahabuddin yang dihubungi via seluler, membenarkan kalau dirinya tak bisa hadir dalam proses mediasi di Polres. Lantaran ada dua keluarganya yang meninggal dunia sehingga pihaknya tak bisa hadir.

"saya berhalangan hadir lantaran ada keluarga yang meninggal," katanya.

menurutnya, mediasi akan dilakukan pada Kamis kemarin, namun karena ada adiknya yang menikah sehingga pihaknya tidak hadir dan minta diundur hari ini. Namun tadi jam 6 pagi ada dua orang keluarganya yang meninggal dan sudah dikasih tau kalau dirinya tidak bisa hadir," tutupnya. (AP)