Kelompok Muzakaroh Pimpinan Hj Syafiah, Qurban kan 1 Sapi

Lombok Tengah (Postkotantb.com)- Kelompok muzakaroh Maratussolihah Desa Mujur dan Desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), qurban kan satu ekor sapi, yang dihajatkan untuk jama'ah majlis ta'lim Nurul Wahyi NW Desa Mujur.

Ketua muzakaroh Maratussolihah Hajah Syafiah mengatakan, dalam rangka mengimplementasikan hasil muzakaroh terkait keutamaan berqurban. Hari ini pihaknya bersama kelompok Muzakaroh Maratussolihah, telah mengorbankan satu ekor sapi, yang nantinya akan dibagikan kepada jama'ah di majlis pengajian di Ponpes Nurul Wahyu NW Desa Mujur Kecamatan Praya Timur Loteng.

"Alhamdulillah hari ini, kami bersama 7 jama'ah muzakaroh Maratussolihah, telah mengeluarkan iuran untuk membeli satu ekor sapi untuk kita qurbankan dan nantinya akan kita bagikan ke majlis taklim Nurul Wahyu NW Desa Mujur," katanya Selasa (20/7).

Tujuh nama jamaah tersebut diantaranya Inaq Solatiah, Hajjah Rukiah, Hajjah Syafiaah,  Inaq Mariatun, Nurhidayah, Sahrun dan Asyiah.

Mengorbankan satu ekor sapi tersebut, sebagai bentuk implementasi dari hasil muzakaroh yang sudah dilakukan sebelumnya. Terutama sejarah dan Fadilah memeriahkan hari raya qurban.

Diakuinya, mengorbankan satu ekor sapi hasil perkumpulan jamaah muzakaroh, ini merupakan kali pertama dilakukan, dengan harapan kedepannya, akan menjadi program tahunan dan insyaallah ke depan akan terus dilakukan.

"Insyaallah ini adalah bagian dari permulaan, dan jika Allah mengijinkan kedepan program ini akan terus dilakukan, di setiap perayaan hari raya Idhul Adha," yakinnya.

Dijelaskan, dalam Al-Qur'an disebutkan, menyembelih hewan kurban adalah bagian dari syiar Allah yang selayaknya diperhatikan dan diagungkan oleh semua kaum Muslim. 

Karena siapa pun yang mengagungkan syiar-syiar Allah, maka hal itu menunjukan bahwa dia bertakwa kepadanNya. Sesuai disebutkan dalam surah Alhajj ayat 36, yang artinya  “Dan telah kami jadikan untuk kalian unta-unta itu sebagian dari syiar Allah.”

Selain itu  dalam surah Alhajj ayat 32, Allah juga berfirman yang artinya “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.

Ditambahkan, mengagungkan syiar Allah, dengan cara berkurban itu dianjurkan karena mengandung banyak keutamaan. Diantaranya pertama, berkurban adalah amalan yang paling dicintai Allah pada hari Idul Adha. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Hakim, Ibnu Majah dan Tirmidzi dari Sayidah Aisyah, Nabi Saw. Yang artinya “Tidaklah pada hari nahr manusia beramal suatu amalan yang lebih dicintai oleh Allah dibanding mengalirkan darah dari hewan kurban. Ia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, rambut hewan kurban tersebut. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada (ridha) Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban.”

Ke dua, mendapat kebaikan sebanyak bulu hewan yang dijadikan kurban. Dalam hadis riwayat Imam Abu Daud dari Zaid bin Arqam, yang artinya “Para sahabat bertanya kepada Nabi Saw., ‘Wahai Rasulullah, apakah maksud dari hewan-hewan kurban seperti ini?. Beliau menjawab; ‘Ini merupakan sunnah (ajaran) bapak kalian, Nabi Ibrahim.’ Mereka bertanya, ‘Wahai Rasulullah, lantas apa yang akan kami dapatkan dengannya?’ Beliau menjawab; ‘Setiap rambut terdapat satu kebaikan.’ Mereka berkata, ‘Bagaimana dengan bulu-bulunya wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab: “Dari setiap rambut pada bulu-bulunya terdapat sutu kebaikan.”

Dan yang terakhir adalah, menghapus dosa kecil. Disebutkan dalam hadis riwayat Imam Hakim dari Imran bin Hushain, Nabi Saw yang artinya “Wahai Fatimah, bangkit dan saksikanlah penyembelihan kurbanmu, karena sesungguhnya setiap dosa yang telah kamu lakukan akan diampuni dalam setiap tetesan darah yang mengalir dari hewan kurban tersebut. Kemudian katakanlah; ‘Sesungguhnya salatku, ibadahku (kurban), hidupku dan matiku hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan oleh karena itu aku diperintahkan, dan aku termasuk orang yang berserah diri.’ Imran bin Hushain berkata; ‘Saya bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah keutamaan ini hanya khusus bagimu dan keluargamu, atau kepada seluruh umat Muslim?. Nabi Saw. menjawab; ‘Tidak, tapi untuk seluruh kaum Muslim.’”

Dengan demikian, berkurban selain untuk mengagungkan sebagian syiar Allah, juga agar mendapatkan keutamaan kurban. Ada banyak keutamaan kurban, di antaranya adalah dicatat sebagai amalan terbaik di hari Idul Adha yang paling dicintai Allah, mendapat kebaikan sebanyak bulu hewan kurban dan mendapatkan ampunan dosa. (AP)