Ketua IDI Loteng Berharap Semua Pihak Tidak Saling Menyalahkan, Terlebih Di Tengah Sikon Saat Ini


Lombok Tengah (Postkotantb.com) - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Lombok Tengah (Loteng), dr. Mamang Bagiansyah menanggapi santai pernyataan Danrem 162/WB, yang menyebutkan Danrem curiga ada permainan data Covid-19 di Loteng.

Untuk diketahui, memvonis seseorang apakah terpapar Covid-19 ataukah tidak, itu bukan hasil riset atau hasil pemeriksaan yang dikeluarkan tim dokter, namun ada alat pemeriksaan dan alat itulah yang memberikan hasil.

“Kami hanya melaksanakan tugas sesuai aturan yang berlaku, menentukan positif dan negatif seseorang kita ada alat deteksi, jadi mohon kita jangan saling salahkan, terlebih lagi dalam situasi dan kondisi saat ini,” katanya saat jumpa pers di salah satu rumah makan di kota Praya, Selasa (27/7)

Dikatakan, pihaknya bersama Nakes, telah berjuang mati Matian sampai meninggalkan anak istri demi melaksanakan profesi sebagai Tim Medis yang berjuang melawan Covid-19.

Dimana Covid-19 ini sudah dua tahun lebih telah memporak- porandakan kesehatan dan ekonomi masyarakat yang sampai saat ini wabah ini masih mengintai kesehatan kita.

“Kita sedang berjuang dan masyarakat sedang panik, mohon kita sikapi masalah ini dengan santai jangan kita buat statmen yang bikin masyarakat resah,” pintanya.

Diakuinya, tidak sedikit masyarakat yang tak percaya dengan wabah Covid-19, hal tersebut dibuktikan dengan masih acuhnya masyarakat terhadap seluruh himbauan pemerintah.
namun pihaknya selaku tim medis, sesuai hasil pemeriksaan wabah ini ada dan berbahaya bagi kesehatan.

“terkait hal diatas termasuk pernyataan pak danrem. Kedepan pihaknya berharap bisa duduk bersama dan mendiskusikannya jika ada kurang mari sama sama memperbaikinya jangan saling serang, sebab Covid-19 adalah musuh bersama”, ujar Ketua IDI.

Menurutnya, dalam menjalankan tugasnya, tim medis telah bekerja sesuai dengan prosedur, secara keilmuannya mereka semua sudah dilatih, tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris IDI Loteng, dr Yuda Permana meminta kepada masyarakat untuk lebih bijak, jika mendapatkan informasi yang belum akurat keabsahannya. Terutama informasi masalah Covid-19.

“Mari kita sama sama berkhusnukzon, jika ada informasi yang belum jelas, kita jangan cepat percaya apalagi sampai ikut menyebarkannya,” pintanya.

Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Virus Covid – 19.

“Mohon maaf, mohon garis bawahi pesan saya ini, jangan anggap remeh Virus ini, ini telah menjadi wabah di Dunia,” pintanya. (AP)