Wilayah Pratim Disebut Zona Merah, Kapolsek Pratim Gerak Cepat Lakukan Langkah Kongkrit


LOTENG (Postkotantb.com)- Tak ingin wilayah binaannya disebut zona merah, khususnya dalam peredaran narkoba. 

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Praya Timur Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), bergerak cepat lakukan langkah antisipasi selamatkan wilayah binaannya di Kecamatan Praya Timur. Termasuk dengan cara memasang baliho bertuliskan Kampung Tangguh Anti Narkoba.

Pantuan Postkotantb.com, sejak beberapa pekan lalu dilantik sebagai Kapolsek di Praya Timur Loteng, prajurit berpangkat Inspektur Polisi Satu (IPTU), langsung tancap gas. Dengan cara menggalang silaturrahmi kepada sejumlah tokoh terpercaya dan kepala desa di masing-masing desa, sembari memperkenalkan diri.

Selain itu, prajurit balok dua ini juga sudah melakukan penertiban tumpukan kayu persiapan pengopenan di pinggir jalan. Mengingat Praya Timur salah satu Kecamatan penghasil tembakau.

Sukses memberikan kenyamanan kepada para pengguna jalan. Baru baru ini intens melakukan sosialisasi anti narkoba, khususnya di Desa Beleka Kecamatan Praya Timur, dengan cara memasangkan baliho bertuliskan Kampung tangguh anti narkoba.

"Sebelumnya kami juga sudah menjalin silaturahmi dengan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat, khususnya di Desa Beleka. Setelah itu baru kami iringi dengan pemasangan pamplet dan baliho bertuliskan kampung tangguh anti narkoba," kata Kapolres Loteng AKBP Esty Setyo Nugroho melalui Kapolsek Praya Timur IPTU Sayum, Ahad (11/7).

Memilih Desa Beleka sebagai kampung tangguh anti narkoba, mengingat sejumlah kasus sebelumnya, di desa ini sudah ada yang ditangkap menyalahgunakan barang haram tersebut.

Sehingga pihaknya berinisiatif, dengan adanya program kampung tangguh anti narkoba, sedikit tidak masyarakat dan para pemuda terketuk hatinya, kalau narkoba sangat berbahaya bagi keselamatan diri dan keluarga.

"Saya tak pungkiri, Praya Timur sempat di cap zona merah, semoga dengan jalan ini Praya Timur aman nyaman damai dan Praya Timur tidak lagi di cap daerah zona merah, terutama masalah narkoba," harapnya.

Selanjutnya, kepada semua pihak khususnya masyarakat Praya Timur, pihaknya berharap hatinya tergerak untuk sama sama menjaga kondusifitas wilayah. Jika rasa aman nyaman sudah tercipta, pihaknya sangat yakin, ketenteraman hidup  kesehariannya dalam bersosial lebih nyaman.

Kemudian pihaknya sebagai anggota polisi bersama jajarannya, tentunya banyak kekurangan, oleh karenanya rasa aman dan nyaman tentunya akan tercipta jika kita bersama sama menjaga kondusifitas wilayah masing masing. 

"Rasa aman dan nyaman, tentunya membutuhkan peran serta bersama. Dibawah kekurangan anggota, saya berharap peran serta masyarakat ikut membantu kepolisian dalam menjaga kondusifitas wilayah masing masing," tutupnya. (AP).