NTB Segera Terapkan Konsep Kantor Ramah Lingkungan

Rapat Progres Program Unggulan Bersama Asisten 2 Dan DLHK, di Aula Pandopo Wakil Gubernur NTB, Selasa (10/8).

Mataram (postkotantb.com)-  Pemerintah Provinsi NTB akan segera menerapkan konsep kantor ramah lingkungan (ECO Office), di seluruh Organgisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Provinsi NTB.

"Sudah saatnya kita memulai eco office ini, agar segera dilakukan oleh seluruh OPD,” ujar Wakil Gubernur NTB,Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah memimpin rapat di Pendopo, Selasa (10/08).

Diakui dia, ECO Office merupakan bagian dari ikhtiar Pemerintah Provinsi NTB untuk terus mendorong terbangunnya kesadaran akan pentingnya lingkungan dan pengelolaan sampah yang dimulai dari kantor pemerintahan. Penerapan Eco Office memberikan dampak positif.

Yakni, pengelolaan sampah, melakukan pengelolaan limbah, penghematan air bersih, penghematan listrik, penghematan ATK, adanya Ruang Terbuka Hijau (RTH), menjaga kerapihan, kebersihan dan keindahan, serta pengadaan barang dan peralatan lingkungan. Sehingga, penerapan Eco Office di seluruh OPD dapat dimulai bulan Agustus ini.

“Pada bulan Agustus semua OPD sudah mulai menerapkan dan kita akan lihat selama 3 bulan ke depan hasil penghematannya dan akan diberikan reward kepada seluruh OPD yang berhasil menerapkan Eco Office,” jamin Rohmi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Dinas Lingkunga Hidup dan Kehutanan (DLHK), Firmansyah, memastikan, seluruh perangkat persiapan ECO Office, seperti surat edaran, petunjuk teknis, modul – modul dan panduan - panduan best practice, dalam pelaksanaan Eco office sudah tersedia.

"Paling tidak DLHK dapat memenuhi lebih dari stengah standar ECO Office, sehingga dari OPD lain ingin belajar dari segi perencanaan maupun pelaksanaan dapat dilihat dari DLHK. Kita sudah memperbaiki taman, mengurangi peggunaan kertas menggunakan soft file, melakukan pengawasan dengan tenaga cs dan memastikan tidak ada penggunaan listrik saat diluar jam kantor dan lain sebagainya," jelasnya.(DiskominfotikNTB/RIN)