YKD Luncurkan Sembilan Buku Pustaka Dompu

Peluncuran Sembilan Buku Pustaka Dompu
Yayasan Kesultanan Dompu (YKD) luncurkan buku pustaka dengan judul, Kamus Bahasa Dompu, Buku Kesultanan Dompu, Satonda, Kapatu Dompu, Susu Kuda Liar Dompu, Wadu Poto dare, Sambamparia dan Lalampataha, di Gedung Samakai, Kabupaten dompu (9/8).

Ketua Panitia, Yeyen Seprian Rachmat, M.Si, dalam sambutannya, menjamin, acara peluncuran buku yang dirangkaikan dengan Bazar Buku, dilaksanakan dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19.

Sementara itu, Ketua YKD, Saiful Islam, menuturkan, melalui kegiatan ini, YKD berperan melestarikan, merawat dan menjaga kearifan lokal untuk generasi mendatang. Selain itu, Buku-buku pustaka dompu dapat dijadikan sumber bacaan untuk memahami indentitas Dompu.

"Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap para penulis buku pustaka Dompu yang menerbitkan tulisannya pada Penerbit Segi 8 dan Penerbit Ruas yogyakarta," tuturnya.

Selain Ketua YKD dan Ketua panitia, terdapat dua doktor muda yang aktif, dalam peluncuran buku pustaka tersebut. Antara lain, Dosen Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA), sekaligus sebagai ketua Lembaga Pendidikan, Pembelajaran, dan Pelatihan Microteaching (LP3M) UNDIKMA,  Dr. Sutarto, S. Pd., M. Pd.

Pria ini berasal dari kelurahan Kandai Satu, Dompu. Kemudian, Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram,  Dr. Yudin Citradin, M.Pd, berasal dari kelurahan Karijawa, Dompu.

Dr. Sutarto, S. Pd., M. Pd., Peluncuran buku-buku tersebut bertujuan memperkuat identitas kedaerahan, melalui penerbitan naskah lokal. Dengan harapan, semua dapat diwariskan pada generasi yang akan datang.

"Disamping itu, sebagai upaya pemajuan dan pelestarian budaya dan sejarah Dompu. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan melestarikan budaya Dompu melalui tulisan," jelas Calon Profesor Muda ini.

Lanjut dia, kegiatan peluncuran buku ini sebagai gerakan yang dirancang untuk mengajak warga berperan aktif meningkatkan minat baca melalui Dompu yang kreatif.

"Buku merupakan sumber pengetahuan dan informasi. Dompu dirancang agar akses terhadap buku dan literatur pustaka lainnya menjadi lebih mudah dengan bantuan teknologi. Sementara gerakan publik ‘Baca Buku Bareng’ mengundang partisipasi aktif seluruh pihak untuk mewujudkan budaya Dompu yang lebih baik," tutupnya.(RIN)