Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia Kunjungi Gili Trawangan

 

Lombok Utara (Postkotantb.com) - Menteri Investasi/Kepala BKPM Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan kerja (kunker) di Gili Trawangan Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara Provinsi NTB dengan agenda Penyerahan SK Pemutusan Kontrak PT Gili Trawangan Indah (GTI). Kunker tersebut disambut hangat oleh Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto R ST MEng, pada Sabtu (11/9). Tampak hadir membersamai kunjungan Menteri Investasi,Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah SE MSc, Satgas Investasi, Forkopimda KLU, dan undangan lainnya. 

Dalam kesempatan kunker tersebut Menteri Bahlil Lahadalia, menyampaikan kehadirannya di Gili Trawangan dalam rangka memberikan penjelasan terkait proses pembangunan ekonomi nasional khususnya investasi di bidang pariwisata di Lombok tepatnya di Gili Indah, sebagaimana yang disampaikan Gubernur Zulkieflimansyah kepada pihaknya dua bulan silam. Namun menurutnya, gubernur menguraikan Pemda NTB telah melakukan kontrak atas tanah di Gili Trawangan dengan pihak PT GTI dalam waktu yang cukup panjang. 

"Dalam proses justru yang terjadi PT GTI tidak membangun kawasan pariwisata, namun rakyatlah yang membangun kawasan pariwisata di sini," kata Menteri Bahlil. 

Dijelaskan Bahlil, setelah Satgas Investasi menilai dan mempertimbangkan atas dasar kajian yang mendalam disamping melihat fakta-fakta atas itikad dari perusahaan yang mendapatkan kontrak, kondisi ril lapangan serta dorongan semua pihak, keputusan Satgas Investasi untuk memutuskan kontrak dengan pihak GTI merupakan pilihan tepat dan penting diambil untuk keberlanjutan masa depan masyarakat Gili Trawangan. 

"Ini adalah keputusan kolektif kolegial, rakyat harus diberikan rasa aman dan rasa kepastian," terangnya. 

Terlebih lagi, kata Kepala BKPM RI ini, Presiden Jokowi telah memerintahkan pihaknya untuk mengambil kebijakan yang bisa menjamin keberlangsungan investasi yang tidak semena-mena kepada pengusaha. Sebaliknya, pengusaha tidak boleh mengatur negara, pasalnya pihak yang berwenang mengatur pengusaha adalah pemerintah. Menteri Bahlil lantas meminta masyarakat Gili Trawangan tidak ragu lagi mengelola aset negara yang ada di wilayah setempat. 

Dalam pada itu, Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah, menyampaikan Pemerintah Provinsi NTB berterima kasih kepada Menteri Investasi/Kepala BKPM yang berkenan datang langsung bertemu dengan masyarakat Gili. 

"Ini langkah awal untuk membangun gili seperti sediakala. Ke depan tidak ada lagi kegaduhan karena masalah baru, sebab memperjuangkannya tidak gampang dan segala sesuatu bisa diselesaikan dengan baik," tutur Gubernur Zul.

Menurut orang nomor satu di NTB ini, dari jumlah lahan seluas 65 hektar, sebanyak 60 hektar diantaranya telah dihuni dan digunakan oleh masyarakat untuk beraktivitas, Terkait dengan permasalahan PT. GTI ini sebelumnya Pemprov NTB telah menyampaikan ke pihak perusahaan disamping telah mengadakan beberapa kali pertemuan, namun sayangnya pihak perusahaan tidak pernah hadir sehingga pihaknya mengambil kebijakan memutus kontrak dengan pihak PT GTI. 

"Giat investasi di NTB khususnya Gili Trawangan ini memberikan dampak positif kepada masyarakat," pungkasnya.

Diwawancarai terpisah, Wakil Bupati Danny Karter menuturkan kunjungan kerja Menteri Investasi dari Jakarta khusus untuk memberikan SK pemutusan kontrak dengan PT GTI. 

"Di sela-sela waktu beliau, kami berbincang terkait dengan kodisi infrastruktur terutama jalan dan penerangan di KLU. Kami mohon untuk bisa di support dengan sesuatu yang lebih layak. Ini dalam rangka membangun parawisata di Lombok Utara dan menciptakan iklim investasi sesuai dengan visi misi kami," tutup Wabup Danny. (YN)