Bergerak Bersama, Tingkatkan Literasi Masyarakat


Rangkaian HUT Loteng ke 76

Lombok Tengah (postkotantb.com)- Masih adanya anak anak atau siswa Sekolah Dasar (SD), khususnya yang kelas IV, yang masih belum bisa baca tulis. Hal ini telah memantik perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah (Loteng), khususnya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Loteng, membangun kerjasama dengan Yayasan Gugah Nurani Indonesia.

"Kita telah jalin kerjasama dengan Yayasan Gugah Nurani Indonesia, guna meningkatkan literasi mereka, tidak bisa hanya mengandalkan pendidikan formal yang dikelola pemerintah, melainkan harus menjadi  tanggung jawab dan kepedulian dari semua pihak," Kata Asisten III Setda Loteng HM. Nazili, Rabu (27/10) kemarin.

Melakukan kerjasama dengan Yayasan Gugah Nurani Indonesia, guna meningkatkan literasi mereka lanjutnya, setelah pihaknya meminta data di dinas terkait, ternyata anak anak atau siswa di Sekolah dasar, khususnya siswa kelas IV yang masih belum bisa baca tulis. 

Ini cukup memperihatinkan, sehingga tergugah hatinya untuk membangun kerjasama dengan Yayasan Gugah Nurani Indonesia.

"Bersama dinas Perpustakaan dan Kearsipan, telah melakukan perekapan dan pendataan terhadap kunjungan di perpustakaan, termasuk di program perpustakaan masuk desa. Ternyata masih ada anak anak kita yang duduk di bangku sekolah dasar, Khususnya kelas IV yang belum bisa baca tulis, sehingga kami berinisiatif untuk menggugah hati guru dan masyarakat untuk gemar membaca atau bergerak bersama meningkatkan literasi bersama," sambungnya panjang.

Kondisi ini tentunya sangat memprihatinkan. Lebihnya lagi di Kabupaten yang bermottokan Tatas Tuhu Trasne, sedang gencar meningkatkan pembangunan. Ini tentunya membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM), yang handal, sehingga nantinya kemajuan yang dicapai Loteng, bisa dinikmati oleh masyarakat setempat.

Meningkatkan Literasi tersebut, diimplementasikan melalui kegiatan Lomba Mendongeng tingkt SD/MI di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

"Kegiatan ini, masih dalam nuansa memeriahkan HUT Loteng ke 76," cetusnya.

Kondisi seperti ini lanjut mantan BKPP Loteng, pihaknya sangat mendukung dan mengapresiasi langkah melakukan literasi, seperti menggalang kerjasama dengan Yayasan Gugah Nurani Indonesia, yang memiliki dedikasi kuat dalam meningkatkan kemampuan literasi anak-anak. 

Selanjutnya, adanya program Komunitas Baca yang tersebar di berbagai wilayah desa. Itu juga salah satu langkah yang tepat, dalam memberikan kontribusi dalam memajukan tingkat literasi anak-anak, terutama di daerah terpencil. 

Keberadaan Komunitas Baca, jelas baginya ini akan menjadi salah satu solusi terhadap persoalan sulitnya mendapatkan akses layanan buku-buku bacaan yang berkualitas, baik karena alasan finansial ataupun karena faktor geografis, jauhnya keberadaan  perpustakaan. 

"Selamat bekerja para Pengurus Forum Komunitas Baca Loteng, semoga langkah ini tepat sasaran, sehingga nantinya para generasi penerus kita siap menyambut kemajuan Loteng," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Perpustakaan dan Kearsipan Loteng, Drs. L. Rinjani, mengaku, saat ini jumlah Komunitas Baca yang aktif dan tersebar di seluruh pelosok Loteng, sebanyak 38 komunitas. Dari 38 komunikasi tersebut, Alhamdulillah mereka tetap eksis melaksanakan tugasnya.

Selanjutnya, untuk mengimplementasikan keberadaan 38 komunitas tersebut, pihaknya dari dinas Perpus dan Kearsipan Loteng, telah membuka lomba mendongeng yang pesertanya khusus dari anak binaan Komunitas Baca.

Lomba ini lanjut mantan camat Praya Timur Loteng, tentunya ini menjadi ajang pembuktian atas dedikasi dan kerja keras dari para pengelola Komunitas Baca karena keberanian anak-anak binaan mereka untuk tampil dalam lomba mendongeng ini adalah  hasilnya. 

Oleh karena itu, pihaknya sangat mendukung keberadaan Komunitas Baca dan kami jadikan mitra kerja dalam upaya meningkatkan literasi masyarakat. 

Hal ini juga membuktikan atas komitmen transportasi  perpustakaan berbasis inklusi sosial, dimana Perpustakaan tidak lagi hanya sebagai tempat membaca, melainkan juga sebagai tempat berkegiatan. 

"Kegiatan Lomba Mendongeng dalam bahasa Indonesia untuk SD/MI dan dalam Bahasa Inggris berlangsung selama dua hari (27 - 28. Kegiatan ini kami terlaksana atas kerja sama dengan Yayasan Gugah Nurani Indonesia, PKK, Sharma Wanita dan GOW," tutupnya. (AP)