Jembatan Penghubung Nyaris Rampung, Antusias Siswa Gili Re Masuk Sekolah Meningkat

Lombok Timur (postkotantb.com)- Warga Dusun Gili Beleq dan Gili Re, Desa Pare Mas, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, kini bisa bernafas lega. Pasalnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Timur telah membangun jembatan sebagai penghubung kedua pulau tersebut.

Sebelumnya, warga kedua dusun tersebut mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas karena terpisah lautan. Begitupun dengan siswa-siswi dari Gili Re yang bersekolah di SD-SMPN Satap Pare Mas yang berlokasi di Gili Beleq.

''Kendala pembelajaran di sekolah kami kadang air pasang, atau mesin yang dipakai siswa-siswi yang menyebrang dari Gili Re rusak, sehingga kadang ada saja siswa yang tidak masuk sekolah,'' tutur Rusdan, salah seorang guru SD-SMPN Satap Pare Mas pada wartawan, Kamis 7 Oktober 2021.

Rusdan menambahkan, dengan adanya jembatan tersebut, kini pembelajaran di sekolah yang berdiri sejak 1983 terbilang cukup aktif. Bahkan, kata Rusdan, antusiasme anak-anak dari Gili Re menuju sekolahnya cukup tinggi.

''Alhamdulillah, dengan adanya jembatan ini, antusias siswa-siswi dari Gili Re untuk sekolah cukup baik,'' ungkapnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Lotim Purnama Hady. Ia mengungkapkan, ide pembangunan jembatan tersebut berawal dari keprihatinannya melihat anak-anak dari Gili Re yang menyebrang untuk sekolah menggunakan sampan ke Gili Beleq.

Bahkan, diceritakan Purnama Hady, saat dirinya menjabat sebagai Camat Jerowaru dulu, sampan yang ditumpangi siswa-siswi menyebrang ke Gili Beleq untuk sekolah pernah terbalik, sehingga menyebabkan perlengkapan sekolah anak-anak tersebut hilang.

''Puluhan anak-anak Gili Re yang sekolah di Gili Beleq ketika air pasang, mereka menggunakan sampan untuk pergi sekolah. Dan ketika air sedang surut atau kering, mereka jalan bergelombang. Atas dasar itu kami mengusulkan sejak 2012 agar dibuatkan jembatan,'' terang Purnama Hady.

Lanjutnya, jembatan dengan panjang 241 meter x 2,5 meter itu menghabiskan dana Rp 2,7 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU). Dinas Perhubungan sendiri menargetkan pembangunan jembatan tersebut akan rampung pada 10 November mendatang.

''Insha Alloh, dalam waktu kurang dari sebulan ke depan jembatan ini sudah bisa terselesaikan karena progresnya sekarang sudah mencapai 85 persen,'' imbuh Purnama Hady.

Dinas Perhubungan sendiri, kata Purnama Hady, tidak sembarangan dalam memilih kontaktor pengerjaan jembatan tersebut. Ia mengaku dalam menentukan pihak kontraktor dilakukan dengan sistem pelelangan terbuka.

''Kami mencari perusahaan kontraktor yang pengalaman untuk itu. Kami tidak berani gegabah menentukan pihak ketiga yang mengerjakan itu. Kami lihat dulu track recordnya,'' tandasnya.(wan)