Aski NTB Diminta Prioritaskan Lahan Bekas Rambahan

Kepala DLHK NTB, Ir. Madani Mukarom.

POSTKOTANTB, Mataram- Kehadiran Asosiasi Kopi Indonesia (Aski) NTB  memancing respon dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB. Dinas tersebut memberikan dukungan penuh. Terlebih lagi, Aski NTB memiliki tujuan mempersatukan dan mensejahterakan dari hulu ke hilir.

"Kami dukung asosiasi-asosiasi yang memang ingin memanfaatkan lahan hutan," ujar Kepala DLHK NTB, Ir. Madani Mukarom belum lama ini.

Kendati demikian, DLHK meminta agar asosiasi tersebut lebih memanfaatkan lahan hutan bekas perambahan yang saat ini nganggur di sejumlah kabupaten di NTB. Lahan tersebut sangat bermanfaat, meski hampir sebagian besar lahan yang dirambah, memiliki ketinggian di bawah rata-rata.

"Memang kebanyakan di bawah 800 meter dpl. Lahan itu masih bisa untuk penanaman kopi jenis robusta," sebutnya.

Saat ini, banyak lahan bekas perambahan, khususnya di sejumlah titik di Pulau Sumbawa, dijadikan sebagai ladang jagung. Jika diganti dengan tanaman kopi, secara bertahap akan meremajakan kembali kawasan hutan lindung.

"Kami minta diprioritaskan lahan-lahan bekas perambahan itu. Apakah nanti dimitrakan dengan perhutanan sosial. Nanti kita akan bentuk kelompok tani dulu, kemudian membuat kesepakatan. Baru nanti ada rencana aksi dengan masyarakat," imbuhnya.

"Supaya ada pertanggungjawaban masyarakat setempat jelas. Karena kalau berbicara tanaman kopi, harus disertakan pepohonan sebagai peneduh supaya pertumbuhannya bagus. Kalau tanaman semusim kan cape," sambungnya.

Di sisi lain, Madani juga meminta agar Aski NTB intens melakukan koordinasi dengan DLHK NTB, serta setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lapangan. Baik di lokasi hutan yang masih asri, maupun di lahan bekas rambahan.
 
APRESIATIF: H.M Uzaini Areka bersama Penasehat Aski NTB dan Pengurus Cabang Aski lainnya mengapresiasi respon positif DLHK NTB.

Hal tersebut dibutuhkan sebagai upaya dalam rangka mencegah mispersepsi di tengah masyarakat. "Bersih-bersih lahan di Kabupaten Sumbawa, nanti dikira mau tanam jagung," cetusnya.

Terpisah, Sekretaris DPD Aski NTB, H.M Uzaini Areka mengapresiasi respon DLHK NTB. Dengan adanya lampu hijau dari dinas terkait, pihaknya optimis dapat memaksimalkan perannya, terutama pada para petani kopi.

"Kami sangat menyambut baik respon kepala dinas. Jadi yang kami butuhkan adalah kebijkan yang seperti itu," ujarnya, Kamis (11/11) kemarin.

Pihaknya meminta agar DLHK NTB memberikan ruang dan waktu minimal selama 5 tahun ke depan. Dalam prosesnya dan tahapannya nanti, Aski NTB mempersilahkan dinas tersebut untuk menilai manfaat dari tanaman kopi, baik dari aspek ekonomi, sosial dan lingkungan hidup.

"Produksivitas kopi akan semakin meningkat dan berkembang. Kalau sekarang, banyak pembeli tapi stoknya gak ada. Aski NTB ini siap mendorong, siap bersinergi dan siap mengelola. Dan kamu bahkan siap untuk tanda tangan MoU. Ini kan termasuk seni leader," jelasnya.(RIN)