Kadus Munsun Desa Pengembur, Terancam Dijerat Pasal 352


LOTENG, (postkotantb.com) - Kepala Dusun (Kadus) Munsun Desa Pengembur Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng), selaku terlapor terancam dijerat pasal 352 tentang penganiayaan ringan dengan ancaman 6 bulan penjara.

Kanit Reskrim Polsek Pujut, AIPDA Pahrudin Ganda Putra, SH., saat dikonfirmasi via ponsel membenarkan, kalau kemarin terlapor sempat di periksa dan hari ini, terlapor juga di panggil untuk disidang.

"Kemarin terlapor sempat diperiksa, dan hari ini Terlapor juga di panggil," katanya, Senin (22/11).

Dikatakan, jika dilihat dari delik laporan pelapor, terlapor telah melanggar pasal 352 tentang penganiayaan ringan, dengan ancaman penjara 6 bulan.

Kenapa kasus tersebut masuk dalam penganiayaan ringan, sebab pelapor terlambat melayangkan laporan, artinya bekas penganiayaan tersebut sudah mulai kering atau tidak berbekas.

Kendati bekasnya masih dirasakan oleh pihak Pelapor. "Pelapor telat melayangkan laporan, sebab bekasnya sudah mulai hilang, sehingga kasus tersebut masuk dalam penganiayaan ringan," jelasnya.

Sementara itu dalam pemberitaan sebelumnya, penganiayaan terhadap warga Inisial SK. Tidak terima atas perlakuan Kadus Munsun, SK bersama keluarganya melayangkan laporan ke Polsek Pujut Loteng, Senin lalu.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Pujut, AIPDA Pahrudin Ganda Putra, SH., dalam keterangan tertulis menyebutkan. Dalam laporannya bertuliskan, nomor SP2P/15/XI/2021, klasifikasi biasa, perihal, pemberitahuan pengembangan hasil penyelidikan penganiyaan.

Rujukan Laporan Pengaduan saudara ke Polsek Pujut tanggal 15 November 2021 tentang terjadi tindak pidana penganiyaan ringan sebagai mana yang dimaksud dalam pasal 352 KUHP. Bersama ini kami beritahukan bahwa laporan saudara telah telah kami terima dan akan kami laksanakan penyelidikan/ penyidikan dalam waktu 15 hari jika diperlukan waktu perpanjangan penyelidikan/ penyidikan akan kami beritahukan lebih lanjut.

Terkait hal tersebut, Kepala Desa Pengembur M. Sultan mengatakan, "Nanti saya kirimkan statemen, sebab saya masih musdes," katanya via WhatsApp. Selang beberapa jam, kades Pengembur dikonfirmasi malah handphonenya tidak aktif.

Selanjutnya Kadus Munsun Desa Pengembur Sahman saat dikonfirmasi via ponsel hanya bisa diam seribu bahasa, ketika ditanya terkait pemanggilan dirinya oleh  Polsek Pujut dan berujung handphonenya of. (AP)