Pemprov Tak Tau di Untung dan Tak Tau Namanya Berterimakasih


 
LOTENG, (postkotantb.com) - Suksesnya pelaksanaan peresmian sirkuit Mandalika, tidak lepas dari usaha yang telah dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah (Loteng).

Lebihnya lagi persyaratan Gelaran WSBK, harus 70 persen masyarakat NTB, khususnya tuan rumah sukses melaksanakan vaksinasi. Di Loteng sendiri Vaksinasi sudah diatas persyaratan dan itu juga tak lepas dari peran serta Pemda Loteng.

Terpenuhinya persyaratan tersebut, ternyata dipandang sebelah mata oleh Pemprov NTB, sebab di puncak peresmian sirkuit Mandalika, pimpinan kepala daerah Loteng, dalam hal ini Bupati Loteng, tidak diikutsertakan dalam peresmian tersebut.

"Jangankan Bupati, pak mantan Bupati pun tidak ada yang di undang, padahal beliau berdua ini adalah orang yang sukses memperjuangkan bangunan ini, sehingga sirkuit Mandalika bisa terwujud. Asli Pemprov ini memang tak tau di untung apalagi mau berterimakasih," tegas ketua LSM Lidik NTB Sahabuddin, Ahad (14/11).

Kenapa pihaknya menyebutkan mantan Bupati, sebab mulai dibangunnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan sirkuit ini, beliau juga punya peran penting, sehingga jasa jasa beliau, jangan sampai dilupakan.

"Ok memang pak Suhaili tak jadi apa apa saat ini, tapi tengoklah ke belakang jasa beliau sehingga semua pembangunan di Kuta terwujud," paparnya.

Atas hal itu lanjut LSM yang biasa disapa citung, mengaku sangat kecewa atas prilaku Pemprov termasuk pemerintah pusat, yang tidak mengikut sertakan orang orang yang pernah berjasa, terutama Bupati HL. Fathul Bahri.

Selain itu, dalam peresmian jalan by pass Mandalika, yang notabenenya ada di Loteng, hal ini sangat tidak mempunyai etika.

Dikatakan,  ketika terjadi sesuatu yang diluar dugaan, jelas yang pertama jadi bahan pembicaraan adalah Pemda Loteng, selaku tuan rumah, tapi sayangnya Pemprov dan pemerintah pusat tidak punya malu dan terimakasih.

"Kami dari LSM Lidik NTB  meminta kepada Pemprov NTB dan pemerintah pusat meminta maaf kepada Pemda Loteng, karna ini sudah keterlaluan dalam melakukan kebijakan didaerah Loteng, padahal Pemda Loteng adalah tuan rumah. 

Sementara itu dalam cuitan di fbnya Mahdi warga semoyang sekaligus mantan DPRD Loteng menuliskan Protes Terbuka

Kepada Gubernur NTB bapak Zulkiflimansyah...

Saya secara pribadi sebagai bagian dari warga Loteng menyampaikan protes keras kepada gubernur NTB, dalam acara kenegaraan peresmian Sirkuit Mandalika yang berlokasi di wilayah Loteng.

Gubernur sama sekali tidak melibatkan Bupati kami dalam semua prosesi acara peresmian tersebut, terbukti tidak terlihat sama sekali dalam poto dokumen acara peresmian itu, padahal ini wilayah kerja beliau Bapak Bupati kami, padahal sukses sosial kemasyarakatan dalam pembangunan pisik dan non pisik adalah sinergi antara Pemerintah Pusat, Propinsi dan Kabupaten, tapi mengapa panggung itu tidak memberi ruang pada beliau Bapak Bupati Loteng. 

Panggung itu seolah milik gubernur sendiri dan seperti tak ingin Bapak Bupati kami ada disitu, bukankah bapak  merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat di NTB yang yg sedikit banyaknya ikut mengatur acara itu ? saya kecewa sama bapak dan ini merupakan catatan buruk bagi kami terhadap bapak.
 
Demikian protes sy pribadi kepada bapak sebagai gubernur NTB, yg menurut kami memandang sebelah mata terhadap peranan penting Bapak Bupati kami dalam sukses sosial kemasyarakatan pembangunan Sirkuit kebanggan Bangsa Indonesia yg berlokasi di Loteng.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) NTB HL. Gita Ariyadi dalam WhatsApp nya menuliskan,
Di sirkuit yang nyambut adalah Bupati. Lalu kemana protokol dan humas Loteng, kenapa tidak melakukan komunikasian dengan pihak  paspampres, dan Bupati paling berhak menyambut di sirkuit.

Humas dan protokol humas mestinya udah mengerti. Jika sudah seperti ini kenapa tidak Lalu Wink dan Lalu Izzi, biar bisa komunikasi langsung dengan Paspampres yang tak kenal Bupati.
"Saya sendiri ikut malu," ujarnya.
Sementara itu Humas dan Protokol Pemda Loteng HL. Herdan saat dikonfirmasi belum terhubung, ditanya melalui WhatsApp, juga tidak ada komentar. (AP)