Sertifikasi CHSE Upaya Tumbuhkan Kembali Sektor Pariwisata

Acara Cerita Protokol CHSE Event di Hotel Sheraton Senggigi, Kamis (11/11).

 Lombok Barat (postkotantb.com)- Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup signifikan bagi sektor pariwisata. Sektor yang bergantung pada kunjungan wisatawan ini ambruk bahkan kondisi dimasa pandemi ini menjadi periode paling sulit bagi sektor ini.

Tercatat puluhan hotel, restaurant, travel agent dan pusat oleh bahkan penyelenggara event tidak beroperasi dalam waktu yang cukup lama.

Pemerintah pun harus memutar otak untuk perlahan mengembalikan sektor yang bertalian dengan sektor yang lain ini. Selain melalui dana stimulan bagi pelaku pariwisata pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga menyusun Protokol Kesehatan bersama dengan Kementerian Kesehatan dan sejumlah Kementerian lainnya.

Dari penyusunan protokol kesehatan Covid-19 ini terbitlah buku panduan Cleanlines, Health, Savety and Environtment (CHSE). Seluruh industri pariwisata harus menerapkan CHSE untuk mendapatkan sertifikat dari Kementarian Pariwisata dimana salah satu manfaatnya agar mendapatkan izin operasi usaha.

Sub Kordinator Strategi Event Daerah Kemenparekraf Vicky Apriansyah dalam acara Cerita Protokol CHSE Event yang digelar di Hotel Sheraton Senggigi, Kamis (11/11) mengatakan pandemi Covid-19 membuat semua kegiatan event ditiadakan.

Hal ini membuat para penyelenggara event harus memutar otak dan berinovasi agar kegiatan tetap berjalan meski ditengah pandemi. Pilihanpun jatuh pada kegiatan daring atau online.

Dengan CHSE kegiaatab event dan industri pariwiaata mulai perlahan bangkit. Vicky memaparkan sejak penerapan CHSE tingkat hunian akomodasi dan kunjungan wisatawan mulai merangkak naik 40 persen.

"Iya ada kenaikan bila sebelumnya tidak menerapkan CHSE, rata rata occupancy (angka hunian) hotel menembus 35-40 persen," ujar Vicky.

Sementara Lalu Chandra Yudistira CEO Gudang Mahakarya Indonesia, event organizir yang menggelae festival bau nyale mengatakan dengan menerapkan CHSE perlahan event secara luring, hybrid dan daring bisa digelar.

Bahkan dalam menyambut WSBk, Chadra mengatakan pihaknya menggelar event Mandalika Fest. Festival menampilkan kebudayaan daerah Lombok untuk memeriahkan WSBK.

"Menyambut WSBK kita akan membuat dua event Mandalika Fest. Event ini akan menampilkan berbagai kebudayaan tradisional Lombok," jelas Chandra.

Pentingnya CHSE ini juga diakui oleh Andre Setiawan yakni Ceo Aksara penyelenggra Khazanah Ramadhan. Ia menceritakan selama dua kali penyelenggaraan Khazanah Ramadhan di NTB, pihaknya menggelar secara online dengan saluran khusus di kanal youtube dan juga digelar secara Hybrid.

"Pengalaman kami menggelar Khazanah Ramadhan ini menggunakan saluran khusus youtube semua kegiatannya kita tayangkan di youtube," kata dia.

Kesinlmpulannya kata ketiga pembicara ini penerapan protokol kesehatan Covid-19 dan CHSE sangat penting dalam melaksanakan semua kgiatan dan aktivitas ditengah pandemi.(RIN)