Gelorakan Gerakan Penghijauan, Kodim 1628 SB dan Pemda Beri Edukasi Kepada Siswa


Sumbawa Barat, (postkotantb.com)  - Kamis (16/12/21) Peduli lingkungan,  kelestarian alam Tentara Nasional Indonesia (TNI) KODIM 1628/ SB  bersama dengan KPH Ngengas, KPH Sejorong Matayang serta steakholder terkait, para  siswa siswi dari sekolah sekolah disekitar kecamatan Poto Tano melaksanakan bakti sosial penghijauan di Sumbawa Barat dimulai dari Kecamatan Poto Tano dengan menanam 2000 pohon, dalam rangka menyambut Hari Jadi Provinsi NTB . 

Dalam sesi wawancara dilokasi penanaman pohon Desa Tambak Sari Kecamatan Poto Tano, Dandim 1628/SB Letkol Czi. Sunardi ST., MIP., memaparkan, "hari ini kami bersama KPH Ngengas dan KPH Sejorong, beserta Stekholder lainnya melakukan penanaman pohon di Kecamatan Poto Tano tepatnya di Desa Tambak Sari sebanyak 2000 pohon,  sebelumnya juga sudah dilaksanakan penanaman di beberapa titik, hari ini di Poto Tano yang Merupakan lawang Desa atau pintu masuk yang harus kita hijaukan, agar memperindah pemandangan setiap orang yang lewat dan  masuk ke wilayah Pulau Sumbawa khususnya KSB," ungkap Dandim.

"Selain fungsinya yang sangat penting juga adalah tempat menyimpan air agar kesuburan tanah tetap terjaga dan luapan air bisa kita kendalikan," Dandim menambahkan..

Langkah berikutnya akan kita lakukan diseluruh KSB mulai dari Kecamatan Poto Tano sampai Kecamatan Sekongkang, pasalnya, memang kondisi pohon kita di hutan Sumbawa Barat Sudah Banyak yang tua butuh peremajaan pohon, dalam kegiatan ini juga kita libatkan Kadis LH, Camat Poto Tano dan Anak Anak Sekolah, sekalian kita berikan edukasi tentang pentingnya keberadaan pohon atau penghijauan,  karena  bagaimanapun hebatnya TNI atau pemerintah kalau bekerja sendiri tanpa di bantu oleh masyarakat tidak akan maksimal, harus semua merasa memiliki kemauan yang sama, semoga langkah awal ini menjadi langkah untuk selajutnya agar kita terhindar dari musibah, pesan Dandim.

Kita harus pertahan KSB yang Hijau dengan tetap menanam dan menjaga pohon agar tetap lestari, imbuh Dandim .

"Saya sangat berterimakasi kepada pemerintah daerah, kadis LH, Kepala Balai KPH Sejorong matayang, Puncak ngegas dan masyarakat yang luar biasa yang terus bersinergi dalam membangun KSB, Kalau Bukan kita Siapa Lagi, Kalau Tidak Sekarang Kapan Lagi", tandas Dandim.

Ditempat yang sama Kepala Balai KPH puncak Ngengas menegaskan, " kami di KPH sangat berkomitmen untuk menghijaukan NTB saat ini, kami menanam pohon di jalur Provinsi yang ada di KSB Desa Tambak Sari sampai Taliwang sebagai Pintu Masuk Pulau Sumbawa dengan melakukan kerjasama dengan semua elemen masyarakat termasuk anak anak sekolah, jadi setiap satu siswa bertanggung jawab untuk menumbuhkan satu pohon, di bantu oleh pemerintah desa, Kecamatan, polsek dan Koramil, yang pastinya kami juga  akan membantu, apabila ada yang mati maka kita akan ganti," harapnya. 

Namun kendala yang sering terjadi kalau di PotoTano,  banyaknya hewan yang berkeliaran tanpa di gembala oleh pemiliknya,  sehingga setiap yang kita tanam dimakan oleh ternak tersebut (kambing) , dengan adanya kerjasama yang baik kami berharap masalah ini bisa terselesaikan.imbuhnya.

Ditempat yang sama juga,  Camat PotoTano mengatakan," ini menjadi PR kami di kecamatan akan menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melepas ternaknya kalaupun dilepas harus di gembala agar tidak merusak tanaman yang sudah kita tanam."ujar Camat.

Sedangkan kepala balai KPH Sejorong matayang Sahril, SH., juga menegaskan, alhamdulillah kondisi hutan kita dalam keadaan baik baik saja, hutannya masih terjaga dengan baik dan kesadaran masyarakatnya sangat luar biasa, buktinya bibit untuk penghijauan kita kerjasama dengan masyarakat hanya sebentar langsung habis ditanam.tutupnya  (Erwin)