Kadis Pertanian "Jual Pupuk Diatas HET, Distributor Dan Pengecer Siap-Siap Ditindak"

 

Sumbawa Besar, (Postkotantb.com) – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Ni Wayan Rusmawati berjanji akan menindak jika ditemukan distributor dan pengecer yang menjual pupuk diatas Harga Eceran Tertinggi (HET)

“Kami akan menindak tegas distributor, pengecer dan kios-kios penyalur pupuk bersubsidi yang kedapatan menjual dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan pemerintah,”ungkapnya (17/12/21).

Dirinya mengimbau agar distributor dan pengecer untuk menjual sesuai HET. Distan Sumbawa tidak ragu untuk menindak distributor yang kedapatan melakukan kecurangan harga.pasalnya, hal tersebut mengganggu prinsip penyaluran 6 Tepat, yakni tepat jumlah, waktu, tempat, jenis, mutu dan harga.ungkapnya.

“Sebagai sanksi, izin distribusi atau penyaluran bisa saja dicabut. Dan setiap tindakan penyelewengan pupuk bersubsidi dapat dijerat hukuman pidana maksimal 5 tahun penjara,”jelasnya.

Ni Wayan menjelaskan, penugasan penyaluran pupuk bersubsidi diatur oleh Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian secara nasional mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV.

Selain itu juga diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk bersubsidi sektor pertanian tahun anggaran 2020, Juncto Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2020.

Kedua, aturan tersebut menjelaskan tentang syarat, tugas dan tanggung jawab dari produsen, distributor dan penyalur atau pengecer hingga HET pupuk bersubsidi yang wajib diikuti oleh distributor dan pengecer ketika menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani.

Ada pun HET yang ditetapkan oleh Pemerintah yakni jenis Urea sebesar Rp1.800 per kg; SP-36 sebesar Rp2.000 per kg; jenis ZA sebesar Rp1.400 per kg, NPK sebesar Rp2.300 per kg; untuk NPK dengan  formula khusus sebesar Rp3.000 per kg dan pupuk organik Rp500 per kg.

HET tersebut lanjutnya, berlaku untuk pembelian oleh petani di kios resmi pupuk secara tunai, dan dalam Zak utuh dengan volume 50 kg untuk pupuk jenis Urea, SP-36, ZA, dan NPK, serta 40 kg untuk pupuk jenis organik.

Oleh karena itu Ni Wayan juga mengimbau petani yang telah terdaftar dalam e-RDKK (Sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) agar hanya membeli pupuk bersubsidi di kios-kios resmi. Dengan begitu, petani bisa mendapatkan harga sesuai HET.

Untuk itu, Ni Wayan menambahkan, Dinas Pertanian Sumbawa bersama sejumlah pihak terkait seperti Koperindag dan aparat hukum terus berkoordinasi melakukan pengawasan terhadap penyaluran pupuk bersubsidi agar dapat sesuai aturan.

“Kami berharap dengan komitmen bersama antara produsen pupuk, distributor, dan kios dapat bersinergi dengan baik untuk mengutamakan kepentingan petani dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di seluruh Negeri,” pungkasnya. (TRN/net)