Rekam Video Terakhir, Ini Pesan Sang Pengamen Sebelum Gantung Diri

Mataram, (postkotantb.com)  - Seorang pengamen jalanan berinisial INS alias Nyoz (28) ditemukan tewas tergantung di pohon kelengkeng halaman rumahnya, pada Sabtu dini hari (18/12).

"Bertempat di tempat tinggal korban di Lingkungan Karang Kelebut, Kelurahan Cakra Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, jenazahnya pertama kali ditemukan oleh IMW (17), tidak lain adik korban," ungkap Kapolsek Cakranegara, Kompol Nasrullah, S.I.K.

Menurut pengakuan adik, korban biasanya pulang mengamen jam 12 malam. Saat dicari ke kamar, korban tidak ada. Setelah itu si adik menoleh ke arah pura keluarga, dilihat korban sudah dalam keadaan gantung diri.

Sebelum mengakhiri hidupnya, Nyoz sempat merekam pesan-pesan terakhirnya dalam dua video berdurasi 2 menit 50 detik, dan 1 menit 46 detik, yang direkam pada pukul 21.00 wita.

"Sebenarnya saya sudah lama memutuskan hal seperti ini. Tapi maaf, saya melakukannya bukan karena terobsesi dengan musisi-musisi yang ada di luar. Saya melakukan ini karena sudah saatnya saya pergi untuk selamanya," ucap Nyoz pelan.

Permintaan maaf ia ucapkan juga untuk teman-teman, para mantan pacar dan keluarga.

"Ibu Bapak, kalau ada kesalahan, saya minta maaf. Kalian tidak akan terbebani lagi. Buat adik saya yang paling kecil Dek Dun, jangan salah pergaulan seperti saya. Dun... dun... Teledun....Jaga ibu jaga bapak. Lagi sebentar saya sudah tidak ada lagi. Jagain ibu ya..sayangi ibu dan bapak. Tidak ada lagi yang harus saya katakan," kata-kata terakhir Sang Pengamen.

Setelah itu, ia tersenyum dengan mata berkaca-kaca dan melambaikan tangannya. Kemudian mematikan rekaman. (SFM)