MSQ: Hanya persoalan Kadus, kok ributnya sejagat raya


LOTENG, (postkotantb.com)-  Ketua Pemuda Pancasila (PP) Lombok Tengah (Loteng), M. Samsul Qomar mengaku, sangat menyayangkan, persoalan pemecatan Kepala Dusun (Kadus) di Desa Tanak Bedak Kecamatan Batukliang Utara Loteng, sudah bikin sejagat raya ribut.

"Saya sangat heran, hanya persoalan pemerintah terbawah tidak bisa diatasi, sampai sampai bikin Loteng goyang," herannya. Kamis (9/12).

Padahal lanjutnya, persoalan kecil seperti ini Pemda Loteng bisa melakukan mediasi, apalagi masalah ini sudah bertahun tahun.

"Saya sangat sayangkan, balai mediasi yang di bentuk pemda sama sekali tidak berfungsi padahal banyak hal yg bisa di lakukan oleh struktur di bale tersebut dan orang orangnya juga kredible . Jangan jangan tak ada dana rapatnya jadi tidak bisa melakukan kerja kerja mediasi coba di cek itu kerjaan sekda lah, jangan tunggu kacau, baru di perankan, sebab mencegah lebih baik dari mengobati," katanya.

Selanjutnya terkait saling demo dan saling lapor antara FKD Loteng Dan LSM sangat memprihatinkan.

Mestinya, apa yang di lakukan LSM Gempar dengan menyampaikan asirasi berupa aksi demo ke DPMD adalah hal biasa tidak harus di lawan dengan aksi tandingan oleh para kades sehingga menimbulkan keributan.

Semestinya penyampaian pendapat dan orasi oleh setiap orang di lindungi undang undang. Biarkan saja LSM itu aksi silahkan Kades kalau memang harus aksi juga tidak masalah, tapi dengan mempertontonkan saling cari saling sumpah serapah ini tidak mendidik dan cenderung bukan pemikiran orang dewasa.

Pihaknya meminta Kepada DPMD segera mengambil sikap dengan berkonsultasi ke bagian hukum agar Bupati segera bisa memutuskan. 

Apalagi saat ini dua kubu masing masing saling lapor tentu kalau ini sah sah saja dan polisi pasti akan cari jalan tengah.

Untuk itu pihaknya berharap kepada kedua belah pihak, baik kades dan LSM saling menahan diri, silahkan sampaikan argumentasi tapi tidak dengan bahasa kasar apalagi ke personal, Loteng sebagai tuan rumah event event dunia sangat butuh situasi yang nyaman.

"Kita sudah lama sekali dalam kurungan pandemi Covid sudah mulai ada kehidupan kok malah mau ribut hanya soal kadus saja," tanyanya.

Atas hal diatas, pihaknya pengangkatan kadus lebih baik ditunjuk langsung oleh kades biar aman pakai pansel ala desa saja, ini pemilihan kadus saja ada money politiknya. (AP)