UMMAT Undang MK Bentuk Mahasiswa Berkarakter Pancasila



Mataram (postkotantb.com)-Dalam rangka kembali membentuk karakter mahasiswa yang menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar seminar nasional. Kegiatan seminar ini mengusung tema, Membentuk Karakter Pelajar Pancasila.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium H. Anwar Ikraman, UMMAT, Kamis (30/12/2021) mengundang pihak Mahkamah Konstitusi (MK). Diantaranya, Ketua MK, Dr. H. Anwar Usman, SH, MH, Wakil Ketua MK, Prof. Dr. Aswanto, SH, M. Si, DFM beserta dua Hakim Konstitusi, Prof. Dr. Arif Hidayat, SH, MS, Prof. Dr. Enny Urbaningsih.

Hadir pula, Kepala Kantor Wilayaha (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kumham) NTB, Hari Sukamto berserta jajarannya dan Dosen PPKn UMMAT, Dr. Sri Rujuki M. Pd. Rektor UMMAT, Dr. H. Arsyad Abd. Gani, M. Pd, melalui Wakil Rektor I, Dr. Syafril, M. Pd, mengatakan, seminar nasional ini terselenggara atas kerjasama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), UMMAT dengan MK.

Dengan tujuan menyadarkan kembali mahasiswa, terhadap nilai-nilai pancasila sebagai dasar hidup berbangsa dan bernegara. Secara nasional, indeks konflik sosial serta Hoax di media sosial (Medsos), khususnya di kalangan generasi masih tergolong cukup tinggi.

Kemudian nilai-nilai budaya lokal yang saat ini mulai ditinggalkan. Sehingga, hal tersebut berpotensi menghilangkan generasi bangsa yang pancasilais (Lost Generation, red).

"Untuk mengembalikan itu semua, tidak ada cara lain, selain melalui proses internalisasi melalui sektor pendidikan. Seminar nasional ini merupakan wujud dari upaya menyadarkan generasi atas ancaman hilangnya nilai-nilai pancasila," ungkapnya.

Lanjut Syafril, pembentukan karakter mahasiswa UMMAT tidak dilakukan kali ini saja. Ke depan, pihaknya akan kembali menggelar kegiatan lain, secara bertahap dalam rangka mendorong terbentuknya karakter siswa sesuai pancasila.

"Seminar nasional ini akan di Follow Up. Kita akan merekatkan lagi kerjasama dengan MK. Tidak menutup kemungkinan Ketua MK akan datang lagi untuk sharing. Karena pembentukan karakter mahasiswa dilaksanakan secara bertahap. Seperti kegiatan KKN berbasis pembentukan karakter pancasilan kepada warga masyarakat," jelasnya.(RIN)