Pembangunan di RSUD NTB Dimulai Akhir Januari

Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra  M.Kes., MH.,(dr. Jack).

 Mataram (postkotantb.com)- Pembangunan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD), dan penambahan gedung rawat inap di RSUD NTB dipastikan akan dimulai akhir Januari 2022. Kepastian terkait pembangunan IGD yang sumber anggarannya dari anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Diketahui, PEN yang diperoleh Pemprov NTB dari PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) tahun 2021 sebesar Rp 750 miliar. Dari jumlah dana pinjaman itu, sebesar Rp. 500 miliar akan digunakan untuk pembangunan gedung IGD terintegrasi sembilan lantai dan Gedung perawatan lima lantai serta gedung rawat inap yang sekarang menjadi IGD Trauma Center dua lantai menjadi enam lantai.

Adapun  total anggaran yang digunakan sebesar Rp 350 miliar. Adapun sisanya untuk pengadaan alat kesehatan sebesar Rp 150 miliar. Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra  M.Kes., MH mengatakan, proses lelang untuk proyek pembangunan sudah selesai, sebagai pemanang yang akan membangunnya adalah salah satu perusahaan BUMN.

“Pembangunan bisa dimulai akhir Januari ini,” terangnya, belum lama ini.

dr. Jack menjelaskan, proyek gedung IGD terintegrasi dan rawat inap dengan total anggaran sebesar Rp. 270 miliar itu dilakukan untuk menambah kapasitas pelayanan dan optimalisasi layanan kesehatan.

Selain itu, RSUD Provinsi NTB juga akan membangun gedung di belakang untuk difungsikan sebagai gedung onkologi terpadu yang nilainya dibawah Rp. 100 miliar yang bisa dikerjakan oleh kontraktol lokal. Serta proyek senilai Rp 81 miliar masih dalam tahap proses lelang, dan gedung IGD terintegrasi RSUD Provinsi NTB.

“Untuk yang belakang kita akan fungsikan sebagai gedung Onkologi terpadu,” jelasnya.

Dokter Jack juga mengutarakan bahwa dengan pembangunan tersebut, tahun 2022 ini RSUD Provinsi NTB akan memberikan satu layanan unggulan yang bisa menjadi salah satu layanan unggulan di wilayah Indonesia Timur.

“Kita berharap dengan fasilitas layanan radioterapi dan kemoterapi. Masyarakat NTB bisa lakukan treatment di RSUP NTB,” harapnya.(RIN)