Breaking News

Diduga Dua Bidan Honorer di PKM Kuta, Telantarkan Pasien

 


Loteng, (postkotantb.com) - Diduga dua bidan honorer di Puskesmas Kuta Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng), menelantarkan pasien inisial M.

Dua bidan honorer tersebut masing masing atas nama Rana Mustika dan Minarni Susanti.

Mawardi suami dari pasien saat di konfirmasi membenarkan, kalau dua orang bidan honorer tersebut, sengaja menelantarkan istrinya yang akan melahirkan di Puskesmas Kuta Kecamatan Pujut. "Saya selalu suaminya melihat langsung dan mengalaminya sendiri, bagaimana dua bidan ini tidak mau mengurus istrinya yang mau melahirkan," Tegasnya, Selasa (3/5).

Adapun kronologis kejadiannya tuturnya, ia bersama istrinya dan keluarga datang dari Desa Tumpak yang notebenenya wilayah binaan Puskesmas Kuta. Kedatangannya bersama keluarga, guna mengantarkan istrinya untuk melahirkan. Setibanya di lokasi, istrinya sempat mendapatkan
Pertolongan oleh dua bidan honorer yang kebetulan piket malam itu.

"Awalnya pas saya datang malam itu, yakni malam Senin, memang sempat mendapatkan pertolongan, dan melihat kondisi istrinya, saya minta untuk ditangani sesegera mungkin, namun tidak ada usaha sedikitpun yang dilakukan oleh dua bidan piket malam itu, ' tuturnya.

Tidak adanya penanganan lebih, akhirnya pihaknya meminta untuk di rujuk ke BLUD RSUD Praya, guna mendapatkan pertolongan lebih, mengingat kondisi istrinya sudah parah.

Akan tetapi, dua bidan honorer tersebut tidak mau memberikan surat rujukan, tidak sampai di sana, pihaknya semakin was was dengan kondisi istrinya, untuk kedua kalinya ia kembali mendatangi bidan bersangkutan untuk meminta surat rujukan ke BLUD RSUD Praya. Namun jawaban yang tidak masuk akal malah dilontarkan dua bidan tersebut, yakni meminta untuk mencarikan dukun atau mantra.

Sehingga hal tersebut, baginya sangat aneh, artinya minta surat rujukan ke BLUD RSUD Praya, malah di jawab lain.

"Bukannya saya tak percaya dengan dukun beranak, namun karena kondisi istrinya bikin saya panik dan meminta untuk di rujuk, tapi aneh bin ajaib, di tengah kegusarannya, kok saya malah di suruh cari dukun," Kesalnya.

Tidak ada respon, akhirnya pihaknya membawa sendiri istrinya dengan menggunakan mobil seadanya. "Karena dua bidan ini tidak mau buat rujukan, akhirnya saya larikan sendiri ke BLUD RSUD Praya, dengan mobil seadanya," Katanya.

Sesampainya di BLUD RSUD Praya, alhamdulillah tidak butuh waktu lama, istri dan anaknya melahirkan dengan selamat. "Terimakasih saya ucapkan kepada petugas BLUD RSUD Praya, yang telah berjuang membantu istrinya melahirkan dengan selamat, termasuk anaknya lahir dalam kondisi sehat wal afiat," Akunya.

Selanjutnya, atas kejadian di Puskesmas Kuta Kecamatan Pujut Loteng, pihaknya sangat kecewa dan pihaknya berharap, kepada kepala Puskesmas Kuta, untuk memecat dia bidan honorer tersebut, sebab apa yang telah di pertontonkan oleh dua orang bidan tersebut, telah merusak nama Puskesmas Kuta.

"Saya berharap, model bidan yang kurang ajar seperti ini, jangan dipertahankan, bila perlu bapak kepala Puskesmas Kuta pecat saja, ketimbang harus merusak nama Puskesmas," Pintanya.

Sementara itu Kepala Puskesmas Kuta Kecamatan Pujut Loteng Zaenal Abidin melalui WhatsApp nya menuliskan
"Ampure, mangkin tiang konfirmasi bidan yang piket malam nike dan bikornya, sekali lagi sebelum ampure kalo kami sudah mengecewakan" "Mohon maaf sekarang saya konfirmasi bidan yang piket malam itu dan bikornya juga, sekali lagi mohon maaf kalau kami sudah mengecewakan," Katanya. (Ap)

0 Komentar

Posting Komentar

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close