Loteng, (poskotantb.com) - Kontestasi Akademik tingkat Nasional dalam Kompetisi Sains Siswa Muslim Indonesia (KOSMMI), yang digelar di Universitas al Azhar Jakarta selatan, 04 Juni 2022 kemarin.

Nafasha Irhab Nabil siswa Kelas VA Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Lombok Tengah (Loteng), selaku Duta NTB di kancah nasional, harus puas meraih medali perak di puncak KOSMMI.

Pasalnya siswa MIN 1 Loteng ini, telah berjuang semaksimal mungkin, di hadapan puluhan peserta pilihan se Indonesia, sehingga mampu meraih medali perak di Final.

"Anak kami ini telah berusaha sebisanya di final dalam lomba KOSMMI tingkat Nasional," Kata kepala MIN 1 Loteng Mahruf, Ahad (5/6/22).

Kendati tak mampu memboyong medali emas, namun pihaknya sangat kagum, di hadapan para dewan juri, anak didiknya telah mampu menjawab semua apa yang menjadi pertanyaan dewan uji.

Hanya saja, nasibnya belum mujur dan ada peserta lain, yang dinilai dewan hakam lebih layak, sehingga pihaknya harus puas dengan raihan medali perak.

"Yang jelas anak kami ini telah semaksimalnya berbuat, namun karena nasib belum mujur, dan meraih medali perak itu sangat kami syukuri," ungkapnya.

Kenapa harus puas kendati tidak meraih medali emas, sebab lomba KOSMMI yang di ikuti siswanya tersebut, bukan tingkat kaleng kaleng, namun ini ditingkat nasional.

Dan peserta yang bisa ikut di tingkat nasional ini, semuanya peserta pilihan di Masing-masing Provinsi, sehingga pihaknya sangat kagum dengan torehan prestasi yang diraih siswanya. "Di tingkat provinsi saja untuk lolos butuh perjuangan besar, apalagi ini tingkat nasional, yang pesertanya pilihan semua, oleh karenanya kendati meraih perak, kami sangat bangga," paparnya.

Sukses meraih medali perak yang diraih siswanya ini, tentunya ini menjadi motivasi bagi keluarga besar MIN 1 Loteng, untuk kedepannya lebih giat dalam memberikan bimbingan.

Dengan harapan pada lomba KOSMMI tahun berikutnya, siswa MIN 1 Loteng kembali mewakili NTB di tingkat nasional, tentunya dengan prestasi gemilang lebih dari prestasi yang diraih siswanya saat ini.

"Sejarah adalah pelajaran paling berharga, dari itu belajar dari sejarah yang diraih siswanya saat ini, ke depan akan terus kami tingkatkan, dengan harapan prestasi hari ini lebih baik pada tahun berikutnya," Tutupnya. (Ap)