Loteng,  (postkotantb.com) -  Langkah antisiapasi terjadinya kekurangan siswa dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), tahun Pelajaran 2021 2022, di SMAN I Praya Barat Lombok Tengah (Loteng).

Siswa yang mendaftar, diduga langsung diikat oleh pihak Sekolah, dengan cara mengeluarkan uang Rp 1. 325 ribu untuk siswi dan Rp 1.250 ribu untuk siswa

Mengikat calon siswa dengan sejumlah uang tersebut di atas, itu diduga dilakukan agar siswa tersebut tidak pindah ke Sekolah lain. Mana kala ada siswa yang mendaftar di dua tempat atau mendaftar di Sekolah lain agar memilih SMAN 1 Praya Barat Loteng.

"PPDB untuk siswa SMA, kan di buka besok pagi 13 Juni 2022, namun anehnya calon siswa yang mendaftar di SMAN 1 Praya Barat Loteng, langsung di minta mengeluarkan uang senilai Rp 1. 325 ribu untuk siswi dan Rp 1.250 ribu untuk siswa," Kata Jasre salah seorang guru di salah satu sekolah di Loteng, Ahad (12/6).

Calon siswa mengeluarkan uang senilai Rp 1. 325 ribu dan Rp 1.250 ribu tersebut, pihak sekolah tidak mengambil langsung, melainkan melalui perantara. Artinya ketika siswa ada yang mendaftar, pihak sekolah langsung memerintahkan anak untuk mengukur baju di salah satu tukang jahit atau Taylor di Desa Penujak Kecamatan Praya Barat Loteng, yang sudah di tunjuk oleh pihak sekolah.

Dan untuk siswi, harga baju seragam dan baju imtaq satu set, senilai Rp 1. 325 ribu, sedangkan untuk siswa senilai Rp 1.250 ribu. Padahal, pembukaan PPDB belum dibuka melainkan yang sudah dibuka adalah pra PPDB atau titipan, namun mereka sudah diterima dan sudah ditekan untuk buat baju.

"Kan PPDB belum dibuka kok sudah di suruh ukur baju dan di bayar lagi, setelah saya tanya anak anak, ternyata anak anak mengaku, biar kami tidak daftar lagi di sekolah lain," Bebernya.

Atas hal tersebut, pihaknya menilai kalau SMAN 1 Praya Barat telah melanggar aturan, sebab penerimaan siswa baru belum dimulai, namun sudah curi start dan anak anak langsung diikat dengan mengukur baju, di tukang jahit yang sudah ditunjuk pihak sekolah dan langsung bayar.

"Aneh sekali kebijakan kepala SMAN 1 Praya Barat, pemerintah belum buka, malah anak anak yang daftar di pra PPDB sudah diikat dengan pengukuran baju dan langsung di bayar," Herannya. "Kayaknya pak kasek ini takut kalau di SMAN 1 Praya Barat siswa yang masuk kurang, seperti yang diceritakan sama anak anak agar tidak daftar ke sekolah lain," Sambungnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Praya Barat Loteng Khairil Anwar melalui saluran telepon mengaku, apa yang disangkakan itu tidak benar. "PPDB untuk SMA, kan belum dibuka, jadi apa yang di katakan oleh pelapor, itu tidak benar," Katanya.

Sedangkan persoalan ada yang sudah mengeluarkan uang untuk buat baju, itu baginya sah sah saja untuk mereka persiapkan diri dan pihak sekolah tidak pernah memerintahkan itu. (Ap).