Kepala Dinas PUPR NTB, Ridwan Syah.

Mataram (postkotantb.com)- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Ridwan Syah, membantah pernyataan salah anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD NTB, Hasbullah Muiz yang menyebut bahwa, anggaran untuk infrastruktur Jembatan Medas dan Midang, Lombok Barat (Lobar) sebesar Rp. 15 miliar, dialihkan.

Ditegaskan Ridwan Syah bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, belum pernah mengalokasikan anggaran untuk dua jembatan tersebut di dalam DPA Tahun 2022. Yang ada, sebut Ridwan Syah, tahun ini pemerintah hanya menganggarkan untuk perbaikan Jembatan Bengkang dan Jembatan Tebet yang rusak akibat bencana, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Itu pun sambung dia, pengusulannya masuk di tahun 2021. Sedangkan dua jembatan di Lobar tersebut, kerusakannya terjadi di akhir Tahun 2021.  Dimana kala itu, APBD 2022, sudah ditetapkan. " Jadi tidak benar kalau ada anggapan bahwa dananya dipindahkan ke tempat lain atau ke MXGP. Karena memang tidak pernah dibahas dalam proses penyusunan APBD 2022 di Komisi maupun banggar," tegasnya, Rabu (08/06/2022).

Khusus untuk dua jembatan di Lobar tersebut, jelas Dae Iwan, sapaan akrab pria ini, Pemprov NTB telah mengusulkan pergantian jembatan dan penanganannya akan dihandle APBN melalui BNPB. Sebab dana yang ada di Pemprov NTB sangat terbatas.

"Kami akan memprioritaskan usulan jembatan yang rusak karena bencana alam termasuk kedua jembatan ini di APBD Perubahan 2022. Mudah mudahan ada tersedia anggaran untuk pembangunan kedua jembatan itu," harap Dae Iwan.

Sebelumnya, Hazbullah Muiz mengaku kecewa atas hilangnya anggaran untuk dua jembatan di Lobar. Pihaknya pun akhirnya mempertanyakan, kemana anggaran itu telah digeser pihak eksekutif. Padahal, anggaran untuk dua jembatan yang vital bagi warga ini disepakati secara resmi dalam rapat anggaran antara eksekutif dan legislatif.(RIN)