Loteng,  (postkotantb.com) - Tak ada usaha yang mengkhianati hasil, setelah jatuh bangun berjibaku dalam mengembangkan bisnis walet.

Tahun ini Ammar Sasambo ading walet yang beralamatkan di kampung walet Desa Kateng Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah (Loteng), mendapatkan suntikan bantuan dana dari Kementerian Pertanian (Kementan) Republika Indonesia (RI), melalui Direktur Sarana dan prasarana.


Direktur sarana dan prasarana kementan Ibu Indah Megawati mengatakan, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan bisnis walet, yang saat ini dikembangkan Kampung walet Ammar Sasambo Ading Walet.

Tahun ini Pemerintah pusat melalu kementan, akan membantu kemajuan pengembangan bisnis walet dengan cara memberikan modal. Di mana modal tersebut senilai Rp 450 Miliar. "Tahap pertama kita sudah kucurkan Rp 30 Miliar dari total Rp 450 Miliar," Katanya, Kamis (2/6).

Dana tersebut lanjutnya, itu nantinya akan dipergunakan untuk membantu pembangunan sarana dan prasarana pendukung setempat termasuk pengembangan yang lain.

"Yang jelas, mulai dari hulu hingga hilir, kita akan bantu," Cetusnya.

Diakuinya, pihaknya bersama rombongan sudah berulang kali berkunjung ke kampoeng walet Lalu Ading Buntaran di Desa Kateng.

Setelah melakukan kajian, dan melihat prospek ke depan, bisnis walet yang di geluti Kampoeng walet lalu Ading Buntaran sangat menjanjikan, apalagi hasil olahan walet Kampoeng walet Kateng ini, sudah merambah di pasar Internasional dan nasional.

Atas keseriusan dan kemajuan tersebut, pemerintah merasa berkewajiban untuk memberikan dukungan, tentunya dengan cara membantu mensuport dengan dana dan dukungan.

Dengan dukungan dana tersebut, pihaknya berharap keberadaan Kampoeng walet ini, nantinya lebih maju dan mampu memenuhi permintaan di pasar, baik di pasar internasional hingga nasional.

Sementara itu Presiden Ammar Sasambo Ading Walet Lalu Ading Buntaran mengaku banyak berterimakasih kepada pemerintah, baik pemerintah Pemda Loteng, Pemprov NTB, khususnya Kementan RI, yang telah ikut serta membantu keberlangsungan bisnis walet.

Tak lupa pula, pihaknya sampaikan terimakasih kepada seluruh crew Ammar Sasambo ading walet, sebab tanpa dukungan dan usaha bersama ini, kepercayaan dari pemerintah tidak bakalan ada.

"Alhamdulillah dengan kerja tiem yang solid, alhamdulillah pemerintah pusat telah membantu pengembangan bisnis walet," Katanya.

Dengan dukungan ini, tentunya amanah dan beban yang telah dipercayakan pemerintah sebagai Koordinator penyuplai sarang burung walet di Indonesia, bisa terlaksana dengan sukses.

Apalagi kampung walet Amar Sasambo Ading walet Desa Kateng, telah diwajibkan harus melahirkan 150 budi daya atau gedung walet selama satu tahun.

"Insyaallah dengan bantuan dana sebagai Koordinator penyuplai sarang walet se Indonesia, dan harus melahirkan 150 budi daya atau rumah walet dalam jangka setahun, insyaallah akan terwujud," Ungkapnya.

Diakuinya, untuk budi daya walet se Indonesia, sebelum mengirim atau mengekspor sarang walet ke luar negeri, terlebih dahulu akan dikirim ke ammar sasambo Ading Walet, untuk selanjutnya di olah menjadi barang siap saji, setelah itu baru bisa dikirim ke negara tujuan, sebab Ammar Sasambo ading walet, telah memiliki alat sortir yang didatangkan dari Korea.

Kenapa harus melalui kampung walet Ammar sasambo, sebab ditempat ini memiliki alat khusus yang telah diberikan pemerintah, sehingga kampung walet Ammar sasambo diberikan kepercayaan untuk melakukan pengolahan sebelum di ekspor.

"Saat ini negara yang paling besar permintaannya Negara China dan Ammar sasambo sendiri setiap bulan 90 persen dikirim belum lagi tambahan dari Beberapa provinsi lain, " Terangnya.

Selanjutnya masalah penghasil setiap bulan, khusus kampung wlaet Ammar sasambo, lebih dari dan di Ammar sasambo lebih dari 50 kilo perbulan, jadi sangat relevan jika setiap bulan khusus Amar Sasambo mengirimkan 90 persen ke China.

Pantauan Postkotantb.com, penyerahan bantuan tersebut dihadiri
Gubernur NTB, Kadis Peternakan dan Kesehatan hewan, Sekretaris Bappeda NTB dan beberapa pejabat tinggi Provinsi NTB. Bantuan tersebut di transferkan melalui BRI. (Ap)