PERESMIAN PORSENI: Meresmikan PORSENI, Sabtu (06/08/2022) pagi, Kepala LPP Mataram, Dewi Andriani bersama jajarannya melepas balon warga merah dan putih ke Udara.

 

Atlet sepak bola pada umumnya akan melakukan selebrasi, sebagai bentuk euforia usai mencetak gol di gawang lawan. Namun, warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas III Mataram, malah menampakan euforianya, meski belum menciptakan gol




Syafrin Salam
KOTA MATARAM


Sabtu (06/08/2022) pagi, usai mengikuti upacara pembukaan pekan olah raga dan seni Narapidana (PORSENI), sebagian warga binaan Lapas Perempuan Mataram, duduk rapi di pinggiran lapangan. Sebagiannya lagi, tengah bersiap.

"Warga binaan kami lagi mempersiapkan diri menjadi peserta lomba sepak bola Dangdut," ungkap Kepala LPP Mataram, Dewi Andriani.

Sepak bola dangdut, merupakan olah raga unik dan jarang diadakan oleh satker lainnya, di bawah naungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kumham) NTB.

Sisi perbedaan olah raga tersebut, dibanding sepak bola pada umumnya, menyita antusiasme warga binaan lapas tersebut. Semisal, dalam permainan sepak bola ini. Masing-masing pemain yang bertanding, mengenakan sarung dengan warna dan corak yang berbeda. Begitu pula dengan aturan mainnya.

Meskipun belum mencetak gol, Setiap kali outside, atau terjadi pelanggaran, panitia langsung memutarkan musik bergenre dangdut. Para pemain pun secara spontan dan serentak mulai bergoyang sambil mengikuti alunan musik khas Bangsa Indonesia tersebut.

Setiap kali bergoyang, gelak tawa peserta dan juga penonton meledak-ledak. Pihak panitia pun tidak luput dari euforia menyaksikan momen tersebut, hingga ada yang nyaris terpingkal-pingkal, membuat suasana kian semarak.

Diakui Dewi, PORSENI diadakan dalam rangka menyambut HUT RI ke 77 sekaligus Hari Dharma Karya Bakti (HDKD) yang bersifat partisipatif. Warga binaan yang menjadi peserta, dibagi menjadi 13 kelompok. Setiap kelompok berjumlah 6 orang, termasuk penjaga gawang.

PORSENI bertujuan untuk memupuk jiwa korsa sekaligus mempererat jalinan persaudaraan antar warga binaan dan para petugas lapas. "Selain sepak bola dangdut, Kami juga mengadakan lomba balap karung dan bakiak," sebutnya.

"Kegiatan yang kami adakan ini juga untuk melatih warga binaan, bagaimana cara bergaul dan hidup bermasyarakat," sambungnya.

MENGGUNAKAN SARUNG: Setiap sesi perlombaan, panitia langsung menyalakan musik bergenre dangdut. Warga binaan yang menggunakan sarung pun berjoget sambil mengikuti alunan musik khas masyarakat Indonesia.

Selain itu, lanjut Dewi, PORSENI merupakan bagian dari upaya Lapas Perempuan untuk memotivasi warga binaannya agar lebih percaya diri dan tetap semangat mengikuti setiap program bimbingan kerohanian dan keterampilan.

Khusus kerohanian, kata Dewi, dirinya melibatkan sejumlah tokoh agama yang disesuaikan dengan keyakinan warga binaannya. Sedangkan untuk keterampilannya, lapas ini sudah mengadakan sejumlah pelatihan, salah satunya tata boga. Dengan jadwal, dari hari Senin sampai dengan Kamis.

"Ketika bebas, mereka ke depan bisa hidup mandiri dan tidak lagi melakukan perbuatan yang melanggar hukum," katanya.




100 SERTIFIKAT KEAHLIAN




Dengan adanya sejumlah program keahlian, tentu saja, satu-satunya lapas perempuan di Provinsi NTB, telah mematok target untuk masa depan warga binaannya. Antara lain penerbitan 100 sertifikat keahlian.

"Kami menargetkan 100 warga binaan bersertifikat. Biaya untuk penerbitan sertifikatnya, dianggarkan melalui DIPA kementerian," ujar Dewi.

Dalam hal ini, pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Dalam dan Luar Negeri NTB, serta pihak swasta. Pihaknya juga akan merencanakan program pelatihan menjahit dan tenun.

"Sertifikat keahlian yang kami terbitkan, berlaku secara nasional. Jadi bisa digunakan warga binaan, di mana saja," bebernya.

Sertifikat ini juga tambah Dewi, sebagai syarat warga binaan untuk mendapatkan integrasi, sekaligus menjadi bukti bahwa usai menjalani masa hukuman, dapat menjadi insan yang lebih produktif.

"Mudah-mudahan target kami menerbitkan sertifikat keahlian bisa tercapai," harapnya.