![]() |
| FOTO: Humas MANDA/RIN. |
Mataram (postkotantb.com)- Cukup lama fakum akibat Pandemi COVID 19, MKC MAN 2 Mataram (MANDA), akhirnya kembali menggelar Festival Budaya Korea. Menurut rencana, event ini akan dilaksanakan Bulan September 2022 mendatang.
"Event ini sebenarnya rutin kami laksanakan sekali setahun. Jadi Festival tahun ini sebenarnya yang ke 7 kali," ungkap Kepala MANDA, H. Lalu Syauki, melalui Pembina MANDA Korean Club (MKC), Siti Rahmi, Sabtu (27/08/2022).
Khusus tahun ini, event tersebut akan dikemas dengan aneka kegiatan seru. Diantaranya Lomba karikatur Korea, Pidato, Dance Cover and Sing Cover, serta menghadirkan artis K-Pop Bali dan Nusa Tenggara.
Sehingga dapat dipastikan, festival di madrasah ini akan berbeda dari yang sebelumnya dan tentu saja, sangat kental nuansa Korea.
"Yang lebih spesial lagi, adalah Parade 'Hanbok' atau busana khas Negara Korea. Nanti seluruh panitia akan mengenakan busana ini dan selama festival berlangsung, Anak-anak kami sebagai panitia dalam berkomunikasi, mereka menggunakan bahasa Korea;" bebernya.
"Perlombaannya sendiri, dibuka secara umum, baik SMA, SMK, MA maupun Perguruan Tinggi. Sebelumnya juga diikuti oleh sekolah dan perguruan tinggi yang ada komunitas koreanya," sambung Rahmi.
Ditanya terkait alasan MANDA memilih budaya negara Gingseng, Rahmi mengaku, banyak aspek positif yang bisa diterapkan, khususnya di daerah NTB. Mulai dari budaya saling menghormati, kemudian kuliner, hingga aspek pengobatan tradisionalnya.
Tidak hanya itu. Lanjut Rahmi, para siswa di MKC MANDA juga mempelajari produk skincare serta budaya disiplin masyarakat Korea. Dengan kata lain, Festival Budaya khusus Korea sebagai wujud dari upaya MANDA dalam rangka lintas budaya (Cross Cultural).
"Pelatihnya Kami rekrut dari luar madrasah yang berpengalaman belasan tahun menjadi Tabib dan Chef khusus masakan korea. Berkat pelatih ini juga, Anak-anak MKC MANDA kemarin sudah ikut lomba internasional," bebernya bangga.
Adapun tujuan MKC MANDA dibalik Festival Budaya, kata Rahmi, diantaranya siswa dapat menguasai bahasa Korea, lalu dapat menerapkan budaya positif yang disesuaikan dengan budaya lokal serta mampu meracik makanan korea menjadi salah satu produk kuliner daerah.
"Makanan khas korea dikenal rendah potensi penyakit kanker. Karena bahan makanannya fresh from the Open. Makanan ini sudah mulai disukai, terutama dikalangan milenial. Jadi siswa MANDA ketika lulus, bisa mandiri membangun usaha kuliner Korea di NTB," jelasnya.
KOREAN FOUNDATION
Upaya MANDA dalam rangka menghantar siswa ke Gerbang kesuksesan tidak berhenti di Festival Budaya saja. Sebelumnya, sekitar Juli 2021, MKC MANDA mendapatkan undangan dari Duta Besar Korea, melalui Korean Foundation.
Organisasi ini kata Rahmi, bergerak di bidang penelitian, pendidikan dan pengabdian. Undangan tersebut dalam rangka membicarakan kerja sama MANDA dengan Korean Foundation, berupa program beasiswa kuliah ke Negara Korea Selatan, ada pula pertukaran guru dan pelajar.
Sayangnya, pemerintah Indonesia kala itu belum memberikan izin, karena masih maraknya penularan COVID 19. Kendati sempat tertunda, sampai saat kesempatan kerja sama antara MKC MANDA dengan pihak Korean Foundation masih terbuka. Karena komunikasi antara kedua pihak ini masih berjalan harmonis.
"Yang jelas, mereka (Korean Foundation, red) sangat kecewa. Soalnya saat itu lagi gencar-gencarnya sosialiasi bagi pecinta budaya Korea di Indonesia. Korean Foundation ini kan baru ada di Jakarta. Kalau di empat benua sudah ada," tutupnya.(RIN)


0Komentar