Ismail Pimpinan Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT UT) Pokjar Lombok Tengah.
Lombok Tengah, (poskotantb.com) - Di era moderen dan kemajuan teknologi saat ini, keberadaan Universitas Terbuka (UT), makin naik daun dan sangat diminati.Keberadaan UT telah mampu meraih hati para penuntut ilmu dan mampu menempatkan diri sebagai salah satu Perguruan tinggi Negeri (PTN) yang mensejajarkan diri dengan kampus lainnya di Indonesia.
Seperti UT yang ber kampus di SMAN 2 Praya Lombok Tengah (Loteng), di tahun 2022 ini ada 500 mahasiswa yang mengejar pendidikan sarjananya di UT, yang di kelola Ismail.
Kepada postkotantb.com, Ismail menuturkan, sejak tahun 2004 mengelola UT, alhamdulillah sudah ribuan mahasiswa yang sudah ia tamatkan. Dan tidak sedikit para alumnus nya sudah menjadi orang besar, mulai dari PNS, pejabat, anggota DPRD dan pejabat pemerintah lainnya.
"Kalau bicara alumni, sudah ribuan alumnus dan rata rata para alumnus UT sudah bekerja dan malah banyak yang duduk di kursi pemerintahan dan tahun ini saja ada 500 mahasiswa yang mendaftar," Katanya, Senin (29/8).
Dikatakan, UT yang ia kelola saat ini telah membuka 4 Fakultas, yaitu Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
"Alhamdulillah semua program study yang kami kelola sudah Akreditasi A dan B," Jelasnya.
Selanjutnya skema layanan pendidikan yang di terapkan di antaranya,
skema layanan Sistem Paket Semester dan skema Non-Paket (per sks).
Dijelaskan untuk Skema Layanan Sistem Paket Semester (Sipas). Layanan Sistem paket merupakan layanan paket semester yang diambil sesuai dengan paket arahan yang sudah ditetapkan oleh UT. "Seluruh sistem layanan pendidikan yang kita tetapkan, sesuai dengan aturan pendidikan," Ujarnya.
Sedangkan keunggulan kuliah di UT, lebih efisien karena buku dan jenis layanan tutorial tertentu sudah terintegrasi, dan mahasiswa lebih terarah sehingga dapat memprediksi waktu kelulusan kuliah.
Ditambahkan, Skema Layanan Non-Paket Semester (Non Sipas), menerapkan skema layanan yang memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk memilih dan menentukan sendiri mata kuliah yang diregistrasikan pada setiap semester.
Bagi mahasiswa yang tidak menerapkan hal di atas, di haruskan mengikuti Skema lain, seperti Skema non-Paket yang mengharuskan mahasiswa untuk membeli bahan ajar cetak melalui situs yang sudah diberikan.
"Mahasiswa yang tidak berkesempatan untuk mengikuti pendidikan tatap muka langsung, mahasiswa diharuskan mengikuti pendidikan melalui Sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan UT. Guna menekankan kepada mahasiswa untuk mampu belajar secara mandiri dengan memanfaatkan berbagai media (cetak dan non cetak) yang sudah disediakan oleh UT," paparnya .
Mantan Politisi partai Demokrat ini menambahkan, metode ajar yang diterapkan UT, untuk satu semester, bisa ditempuh selama dua bulan, dengan perincian 8 kali pertemuan, apakah itu tatap muka ataupun on-line.
"Yang jelas kuliah di UT lebih praktis, terjangkau dan legalitasnya sama dengan kampus lain,"bebernya.
Ditanya masalah kampus yang menggunakan fasilitas sekolah lain, Ismail mengaku, karena UT adalah Perguruan tinggi Negeri, jadi berhak melakukan kerjasama dengan lembaga lain, dengan catatan tidak mengganggu aktivitas program lembaga tempat membuka perkuliahan tersebut. Tandasnya (Ap)


0Komentar