Breaking News

Dianggap Lalai: Hari Ini Komisi III dan PUPR Loteng, Cek Ryas Jalan Akibat Galian Pipa PT.NK

 


Lombok Tengah,  (postkotantb.com) - Usai pengajian dan pengijazahan kitab oleh Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Jawa Timur, Dr. KHR. ACH. Azaim Ibrahimy, di Pendopo Bupati Lombok Tengah (Loteng), Rabu (7/9).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng Lalu Rahadian mengatakan, besok pagi (Hari ini Red),Pihaknya bersama komisi tiga DPRD Loteng, akan turun bersama mengecek, beberapa ruas jalan yang sudah digali oleh pihak PT Nindya Karya (NK), dalam melakukan pemasangan pipa air baku, mulai dari Bendungan Pengge Desa Plambik kecamatan Praya Barat Daya ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Desa Kuta Kecamatan Pujut Loteng.

"Kami bersama komisi tiga, besok pagi (Hari Ini Red), sepakat turun melihat secara langsung bekas galian PT NK, yang informasinya belum dikembalikan seperti semula," Katanya.

Setelah mendapatkan informasi aku mantan kadis Perkim Loteng ini, pihaknya kemarin langsung memanggil pihak NK, namun karena ada kegiatan lain sehingga di undur dan pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan komisi Tiga DPRD Loteng.

"Seyogyanya kemarin kita sudah panggil, namun karena ada acara lain sehingga kita batalkan dan saya koordinasi dengan komisi Tiga DPRD Loteng, untuk membahas persoalan ini dan kami sepakat besok pagi (hari ini red) kita turun bersama," Terangnya.

Diakuinya, sebelumnya pihaknya sudah bersurat agar PT.NK untuk memperbaiki kembali se0erti semula aset aset pemda yang sudah digali, dan pihak NK siap mengembalikan ssperti semula setelah lebaran.

Hanya saja alasan waktu itu, masih mudik lebaran masih padat dan pengguna jalan ramai, sehingga diundur dan sampai saat ini, pihaknya heran belum juga dilakukan perbaikan.

"Dulu alasannya mudik lebaran dan lalu lintas masih ramai, kita aminin sekarang kok masih saja NK belum mengerjakan jalan jalan yang sudah dirusak akibat galian pipa, kita tuntut dan harus dikembalikan swperri semula," ujarnya.

Sementara itu ketua satgas GNP TIPIKOR Loteng Lalu Eko Mihardi mengatakan,proyek pembangunan pipa air baku ini menelan anggaran cukup besar Rp 123 Miliar terhitung tanggal 22 Agustus lalu, kontraknya selesai.

Dimana proyek pembangunan pipa air baku tersebut dari Bendungan Pengge menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Desa Kuta Loteng.

Berakhirnya kontrak kerja tersebut, meninggalkan duka dan  pilu bagi masyarakat Loteng, pasalnya dampak proyek yang di janjikan oleh manager projec PT Nindiya Karya (NK) paling telat selesai pada bulan Mei 2022 adalah Pembohongan publik.

Sebab, fakta di lapangan perbaikan badan jalan, bahu jalan dan rabat beton belum yang di rusak akibat penggalian pipa belum seluruh dikerjakan.

Seperti jalan arah pasar Penujak melewati Lambuh menuju POM bensin Darek, sama sekali belum dikerjakan  dan masih terlihat rusak hanya ditutup dengan pasir dan kerikil saja.

bahkan di Darek, Lanjut Lalu Eko, ada beberapa lokasi badan jalan kita yang dulunya aspal hotmix mulus, sekarang hanya dilapisi cor coran semen.

"Saya tak pungkiri memang ada beberapa lokasi yang sudah di rekondisi, tapi jauh dari harapan dan kembalikan seperti semula, karena ketinggian aspal yang dibuat NK tidak rata dari aspal hotmix jalan yang ada sebelumnya," Ungkapnya.

Tidak hanya itu lanjutnya, Manhole cover penutup gorong gorong,yang dibuat belum apa apa sudah rusak, dan ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan karena setengah Manhole cover berada di badan dan tidak rata dengan aspal badan jalan, di duga pembuatannya asal asalan tidak menggunakan grill dari besi cor (K500).

"Kita semua paham ada masa pemeliharaan namun apanya yg mau dipelihara jika pekerjaan fisiknya masih belum selesai," gumam Lalu Eko.

Semestinya dinas PUPR harus intens dan serius melihat persoalan ini, jangan hanya sibuk memperhatikan aset Kabupaten yang sementara sedang di bangun, perhatikan juga aset Kabupaten yang dirusak. Tandasnya

"Saya masih ingat ucapan kadis PUPR Lalu Rahadian "jika tidak di kembalikan seperti semula infrastruktur yang rusak PUPR akan melaporkan NK ke APH, dan sekarang ucapan itu harus dipertanggungjawabkan," pungkasnya. (Ap)

0 Komentar

Posting Komentar

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close